Skip to main content

Posts

Showing posts from April, 2018

pada sebuah kota

“Ya sudah, tunggu saja di sana”.
Pembicaraan telepon itu kemudian berakhir. Perempuan itu masih berpikir panjang. Sedang mendung dengan cepat menutup sebagian langit kota yang masih ingar dengan kehidupannya. Di atas jembatan penyeberangan, persis di titik tengah jalan raya tersibuk seantero kota, perempuan itu tersenyum atas keputusannya. Ia menunggu.
Kota ini sedang menuju petang. Matahari telah condong ke arah barat. Membentuk bayang-bayang yang lebih panjang. Perempuan itu meniti anak tangga, turun perlahan. Melewati kerumunan pedagang emperan dan penjaja makanan. Di tempat yang telah disepakati, ia berhenti. Menyenderkan badan di tembok sebuah restoran cepat saji. Matanya tak berhenti mengamati. Ada seorang ibu yang berjalan sambil mengapit mesra lengan suaminya. Pengamen tuna netra yang banyak dilewatkan begitu saja. Atau sepasang muda mudi yang masing-masing asyik dengan telepon genggamnya.
Tujuh menit sedari telepon berakhir, perempuan itu masih berkutat dengan perdebatan di …