Skip to main content

Posts

Showing posts from July, 2016

Tiba giliranmu.

Belum hilang benar letih perjalanan 27jam mudik lebaran dari yogya ke bandung kemarin, namun kali ini aku harus pulang lagi. Harus. Lagi. Tak peduli berapa miligram kafein yang tertelan demi otot dan otak yang tetap singkron. Tuhan, aku harus pulang dengan segenap kewarasan. Untuknya. Yang ada di antara 5 tahun. . Ya, di antara 5 tahun itu dia rela menanti. Tumbuh dalam kesendirian. Bermain. Berlari. Berbincang. Sendiri. Lama. . Mungkin dahulu di pelataran surga kami pun berlari. Atau sekedar mendaki mencari mentari. Dan tentu saja kamipun saling berjanji. Mengukur waktu yang tepat untuk bertemu kembali. Sesaat ketika putusan Tuhan memilihnya untuk pergi. . Dan Tuhan sepakat, 5 tahun. Sungguh aku tak ingat bagaimana dan seperti apa. Tapi mungkin kala itu, bahkan sebelum dapat mengeja kata, aku dapat merasa duka. Duka karena sendiri. Duka karena sepi. Ditinggalkan... . Aku yang masih di surga dan ia yang telah tertitah ke alam raya. Satuan jarak apa yang bisa menggambarkan jauhnya? Ki…