Sugeng rawuh... Selamat datang... Ahlan wa sahlan... Welcome...

Friday, February 19, 2016

Jaga bacot mu


Kenapa sih orang susah belajar memaklumi (Termasuk saya juga mungkin). Menahan ketidak nyamanan terhadap perilaku orang lain terhadap kita. Tidak serta merta mengomplain apapun yang kita anggap salah. Contoh, ketika kita pesan makan dan minum, makanan datang duluan tapi minuman belum juga muncul. Lebih sopanan mana ketika kita bilang "mas ini minumannya g dibuatin?" atau "mas minumannya belum datang." Contoh lainnya ketika kita tinggal sekamar berdua dengan seorang teman, ketika akan tidur tiba2 HP temanmu ditaruh di bawah kolong dan bergetar. Sopanan mana bilang "hp mu ditaruh dibawah? Getarannya kerasa." atau mencoba tidur sampai itu getaran hp tidak terasa lagi?
Kita boleh kok hidup dalam idealisme masing2. Dalam artian, apa yang orang suka tidak harus kita ikut suka. Tapi bukan berarti sesuatu yang tidak kita sukain itu harus kita kemukakan. Bukankah masih ada yang namanya tenggang rasa? Bukankah masih banyak pilihan kata yang ketika diucapkan tidak menyinggung perasaan orang lain?
Sama halnya dengan media, ketika salah satu anak bangsa masuk kategori di grammy award dan tampil hebat disana, ketika media luar sibuk memberitakan bakat emasnya, media negeri ini justru memberitakan dengan bahasa negatifnya (gagal meraih piala grammy).
Ya, mungkin saya terlalu jawa. Terlalu memakai rasa. Tapi mulutmu adalah harimaumu, salaamatul insaan fi hifdzillisaan. Begitu. Ngomonglah, tapi jangan sesukamu. Karena sesukamu itu hanya tentang kamu, bukan tentang kamu dan lawan bicaramu. Karna diluar sana, pasti ada orang yang pernah atau bahkan sering menahan amarah atas perkataanmu.


No comments:

Post a Comment