Sugeng rawuh... Selamat datang... Ahlan wa sahlan... Welcome...

Sunday, December 20, 2015

Bercukuplah


Mr Keating dalam death poet society bilang, naiklah ke tempat yang lebih tinggi maka kau akan temukan cara pandang yang baru. Dan akupun dilantai 4 sekarang. Diterpa angin. Sepoi.

Dari rooftop ini semuanya nampak lain. Pandangan lebih luas. Menjangkau radius yang lebih jauh. Di jalan raya, serombongan anak bersorak riuh ditengah kemacetan. Didalam bak truk berhimpitan. Tapi mereka tetap bahagia. Kelihatannya. Seandainya aku ada dalam bak truk yang sama, mungkin akan terlihat beberapa anak yang mengaduh karena kakinya terinjak temannya. Atau yang cemberut karena jalanan macet. Tapi yang kecil kecil itu tertutup. Tersamarkan dari lantai 4 ini. Pars prototo. Begitu kata majas. Sebagian yang berbahagia, tapi terlihat semuanya bahagia.

Atau pemandangan lain, di depan pelataran masjid. Anak kecil berlarian kesana kemari. Dikejar emaknya yang membawa sepiring nasi. Menyuapi si anak. Atau seorang bapak yang menuntun sepeda menyuruh anaknya belajar mengayuh. Si emak dan si bapak terlihat kepayahan. Namun mereka bahagia. Bertulus hati menyuapi anak. Berbahagia mengajari si anak. Terkadang cara pandang tidak selalu sama dengan apa yang dipandang.

Ya, bahagiapun semacam itu. Hal yang dilihat orang lain menyusahkan. Tapi ketika kita menikmatinya, menyukurinya, semua terasa ringan. Tak perlulah banyak baju untuk membangun persepsi orang bahwa seseorang itu modis, stylish, kaya. Tak perlu pula orang punya banyak rumah, dll. Tuhan tau kebutuhan kita. Kitapun harusnya tahu porsi cukupnyanmasing masing. Jadi ketika kita diberi banyak, berarti saat itulah kita harus mencukupkan yang lain.

Bernafas cukup, minum cukup, makan cukup, bekerja cukup, bermain cukup. Berlebihlah dalam urusan dengan Tuhan, karena Dia yang membuat kita cukup.

No comments:

Post a Comment