Sugeng rawuh... Selamat datang... Ahlan wa sahlan... Welcome...

Thursday, December 17, 2015

Batas Dimensi


Sebuah ruangan berbatas dinding. Sebuah gelas berbatas kaca, atau plastik. Dan hidup ini juga berbatas mati. Ada suatu pembatas antara dua ruangan atau dua dimensi yang membedakan satu dan yang lainnya. Yang membuatnya bisa di sebut di dalam gelas ataupun diluar gelas.

Alloh pun sudah membagi kondisi hidup manusia. Ada 4 "ruangan" yang disediakan. Pertama kita berada di sebuah ruang yang kita sekarang menyebutnya sempit, padahal mungkin dulu kita menganggapnya sangat nyaman. Kandungan. Dulu semua dari kita pernah menghuninya. Tak ada yang masih ingat bagaimana kita hidup disana. Tenggelam dalam air ketuban. Terhubung dengan ibu melalui plasenta. Mungkin dulu kita mencoba berkomunikasi dengan ibu melalui tendangan2 kecil, tonjokan2 dari dalam. Kita tak pernah mengingatnya. Lalu ketika masanya tiba, kita akan dipindahkan ke ruang berikutnya. Dunia. Kita hidup hanya dalam lingkupan bola bernama bumi. Atmosfer sebagai batas pada awalnya, namun dengan berkembangnya pemikiran manusia, kita mampu menembus batas itu. Dan ternyata memang benar, atmosfer hanyalah batas bumi. Bukan batas dimensi. Dunia luas tanpa diketahui batas nyatanya. Tapi yang jelas membatasi adalah, kematian. Ruang setelah kematian dan ruang sebelum kematian adalah dua dimensi yang belum bisa ditembus.

Diantara dua dunia inilah aku merindu. Mencari banyak celah setelah aku kehilanganmu. Berdoa, berusaha menghayal, banyak hal aku lakukan. Tapi sesekali kebaikan tuhan memang nyata ada. Ia tipiskan batas dimensi itu dan mempertemukan dua makhluk dalam dimensi yang berbeda melalui mimpi... Ya sesekali. Ketika rindu membuncahpun, Tuhan tak selalu mengabulkan...

No comments:

Post a Comment