Skip to main content

Posts

Showing posts from December, 2015

Just a little agree

For me, it's fine to be different. In any condition. Food, movies, colours, etc. But it's about how we react if something comes and it's not ours.
For example, when I brought a bag. Maybe about a week ago. My friend told me that she dislike every product with that brand. She said the model is too simple, the material is too bad, and the price is too expensive. Bad bag with an expensive prize. I know that she exactly known that my previous bag has the same brand. I was having many bags with that brand. How can she tells me just the way she dislike the brand?
There are so many words to create. So many phrase to say...
So people, it's not about what did you like or dislike. It more than just saying what we are thinking. It's about connecting each others. So please be polite. I don't ask you to lie to your friend, but I order you to react positively.
Bad thing that told by a good word still a bad thing, but if it's told by a bad word then it will be worse thing…

Bertamu ke rumah Bu Inggit

SIANG ITU TERIK. Namun satu rumah di jalan Inggit Garnasih itu teduh. Dilindungi pohon mangga yang sangat rimbun daunnya. Pantaslah banyak pedagang yang mangkal di depan rumah itu. Gerobak batagor, mie ayam, cireng, bahkan pedagang akik ikut memanfaatkan bayang-bayang pohon mangga itu.


Sepintas rumah itu tak jauh berbeda dengan rumah lainnya. Bandung memang banyak memiliki bangunan kuno. Art deco. Begitu para arsitek bilang. Tanpa bertanya pada orang disekeliling, kuparkirkan saja motorku di deretan gerobak-gerobak tadi. Pintu gerbang terbuka, pertanda siapa saja boleh memasukinya.
Dari arah dalam seseorang menyambutku, tersenyum seraya membukakan pintu utama. Dari nama tag di dadanya aku tahu ia bernama Agus.
Inilah rumah bersejarah itu. Tempat dimana seorang Kusno bertemu cinta pertamanya. Ya, inilah rumah Inggit Garnasih. Rumah pemberian mantan suami Inggit yang dengan ikhlas merelakan Inggit menikah dengan Kusno. Sang proklamator. Presiden pertama negeri ini. Soekarno.

Rumah ini k…

at the end of the day

all pictures are original PHARMATOGRAPHY
Location : Stone garden, Padalarang, West Java

Bercukuplah

Mr Keating dalam death poet society bilang, naiklah ke tempat yang lebih tinggi maka kau akan temukan cara pandang yang baru. Dan akupun dilantai 4 sekarang. Diterpa angin. Sepoi.
Dari rooftop ini semuanya nampak lain. Pandangan lebih luas. Menjangkau radius yang lebih jauh. Di jalan raya, serombongan anak bersorak riuh ditengah kemacetan. Didalam bak truk berhimpitan. Tapi mereka tetap bahagia. Kelihatannya. Seandainya aku ada dalam bak truk yang sama, mungkin akan terlihat beberapa anak yang mengaduh karena kakinya terinjak temannya. Atau yang cemberut karena jalanan macet. Tapi yang kecil kecil itu tertutup. Tersamarkan dari lantai 4 ini. Pars prototo. Begitu kata majas. Sebagian yang berbahagia, tapi terlihat semuanya bahagia.
Atau pemandangan lain, di depan pelataran masjid. Anak kecil berlarian kesana kemari. Dikejar emaknya yang membawa sepiring nasi. Menyuapi si anak. Atau seorang bapak yang menuntun sepeda menyuruh anaknya belajar mengayuh. Si emak dan si bapak terlihat kepa…

Prasangka pagi

Pagi ini di tol. Seorang polisi mengendarai sebuat mobil CRV putih. Dengan kaca pintu tebuka. Sepoi angin pasti membuainya. Nyaman. Mungkin bapak itu pun menyalakan radio atau musik lain dr dashbor mobilnya. Kemudian kepalanya sedikit keluar. Ah mungkin bapak ini ingin lebih menikmati pagi yang masih berkabut di daerah padalarang.
Cuh. Iapun meludah keluar mobil. Aku bisa melihat ludah itu terbawa angin menjau dr si polisi. Semua prasangka baikpun seketika terbang bersama ludah tadi. Ia hanya polisi yang ingin meludah di tol. Bukan polisi yang ingin menikmati pagi berkabut di tol.
Cih !

Batas Dimensi

Sebuah ruangan berbatas dinding. Sebuah gelas berbatas kaca, atau plastik. Dan hidup ini juga berbatas mati. Ada suatu pembatas antara dua ruangan atau dua dimensi yang membedakan satu dan yang lainnya. Yang membuatnya bisa di sebut di dalam gelas ataupun diluar gelas.
Alloh pun sudah membagi kondisi hidup manusia. Ada 4 "ruangan" yang disediakan. Pertama kita berada di sebuah ruang yang kita sekarang menyebutnya sempit, padahal mungkin dulu kita menganggapnya sangat nyaman. Kandungan. Dulu semua dari kita pernah menghuninya. Tak ada yang masih ingat bagaimana kita hidup disana. Tenggelam dalam air ketuban. Terhubung dengan ibu melalui plasenta. Mungkin dulu kita mencoba berkomunikasi dengan ibu melalui tendangan2 kecil, tonjokan2 dari dalam. Kita tak pernah mengingatnya. Lalu ketika masanya tiba, kita akan dipindahkan ke ruang berikutnya. Dunia. Kita hidup hanya dalam lingkupan bola bernama bumi. Atmosfer sebagai batas pada awalnya, namun dengan berkembangnya pemikiran man…

Disiplin Membaca

Berapa usiamu sekarang? Saya 25. Katakanlah saya mulai suka membaca ketika SMP dan setidaknya dalam dua buan ada satu buku yang selesai saya baca. Harusnya saya sudah kaya dalam hal kosakata dan kebahasaan. Nyatanya tidak, kebahasa indonesiaan saya segini gini saja. Masih banyak kata berbahasa Indonesia yang saya tak tahu artinya apa. Contohnya, saya baru tahu kalau penyelia itu adalah bahasa Indonesia dari supervisor. Bukankah pada kehidupan bermasyarakat, kita lebih familiar dengan istilah supervisor ibandingkan dengan penyelia?
Membaca seharusnya bukan masalah cepat atau lambatnya menyelesaikan sebuah buku. Bukan masalah sejauh mana kita memahami alur cerita (kalau itu novel). Tapi lebih pada mengayakan kosakata. Mengingat kata. Dan memahami isi itu sendiri.

Beberapa hari yang lalu saya terpukau oleh dua orang. Pertama, seorang ibu yang bolehlah dikatakan tergolong pada usia lanjut. Ia asyik membaca sebuah novel ketika menunggu kereta. Berada beberapa bangku di samping kiri belaka…

Kaki Kecil

Aku Muslim. Islam. Agamaku mengajarkan umatnya untuk terus berkembang. Berkembang menjadi manusia lebih baik dalam hal apapun. Agamaku mengajarkan umatnya untuk menuntut ilmu, dalam artian mengambil ilmu dari setiap hal yang dijumpai. Agamaku, bukan agama kolot yang menuntut kekunoan. Agamakupun mengajarkan untuk berkelana, menjangkau belahan bumi lainnya...
Al Mulk. Surat Al Qur'an ini semakin meyakinkanku untuk menjelajah. Bukan untuk tamasya belaka, tapi mengambil ilmu dan rejeki dari tempat lain. Pada ayat ke 15, Ia menyeru umatnya...
Dia (Allah) yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebahagian daripada rezeki-Nya (rezeki Allah). Dan kepada-Nya (kepada Allah) kamu kembali. 
Maka biarkan kaki ini tetap melangkah. Meninggalkan jejak di berbagai belahan dunia atas izinMu...
Thankyou for always stand me up. Terimakasih selalu menopangku.

a day at "Kota Tua"

All pictures are original PHARMATOGRAPHY
Location : Kota Tua, Jakarta

The "Magic" smell of Ketan Bakar Bandung

Malam hujan di Bandung. Cimahi tepatnya. Jalanan tergenang air menyebabkan sesekali air terciprat diterjang roda mobil-mobil. Bandung sudah metropolis. Makin banyak halaman rumah yang terparkir mobil-mobil keluaran terbaru. Beragam warnanya.
Bapak itu terduduk disamping gerobak dagangannya. Ketan bakar. Ia tak beraktivitas, hanya sekedar duduk seraya menghangatkan badan di dekat arang yang menyala.
“Sepi Pak?” Sapaku mendekat. Turun dari motor, kulepas helm yang sedaritadi mengamankan kepala dari benturan sekaligus mengamankan diri dari tilangan polisi.
Bapak itu tersenyum, sigap berdiri. “Hujan Neng, pada malas keluar mungkin” Jawabnya singkat. Reflek beliau meratakan nyala bara apinya.
“Mau dibungkus ya Pak”. Kutarik kursi plastik di depan gerobak yang memang disediakan bagi pelanggan yang ingin menikmati ketan bakar di temat.
Gerobak itu simple. Hanya ada satu kotak besi yang difungsikan sebagai tempat pembakaran. Ketan yang sudah siap dibakar tertata rapi dalam kotak. Begitu juga…

Ngaleut !

Hai. Dibandung itu ada yang namanya komunitas Aleut. Aleut itu bahasa sunda yang artinya berjalan beriringan (kata teman saya yang orang sunda). NNah kerennya si komunitas ini, mereka berjalan beriringan untuk mencari situs-situs bersejarah yang ada di bandung. Ngulik-ngulik tempat bersejarah dari yang sudah terkenal sampai yang sudah mau ditergusur. Honestly, aku belum pernah ikutan event yang diadain komunitas ini. (Tapi asli pengen banget ikutan). But....kalau mencari situs bersejarah di Bandung, proudy I say...sering! Salah satunya ya nyari rumahnya bu Inggit. Bisa baca disini. Tapi siang itu beda. Selain  panas banget, juga macet. Awalnya cuma mau ke pasar baru cari kain buat kado temen. Pulangnya, biasa lah mblayang dulu. Eh ternyata nemu plang tulisan penjara banceuy. Langsunglah itu motor berbelok dan parkir. Penjara Banceuy adalah tempat dimana Soekarno ditahan sebelum akhirnya beliau membacakan pledoi terkenanya, Indonesia Menggugat. Di banceuy itulah Pledoi itu ia rumuskan…