Sugeng rawuh... Selamat datang... Ahlan wa sahlan... Welcome...

Sunday, October 11, 2015

Toward the top



Puncak. Sesuatu yang tinggi. Sesuatu yang menjadi pentokan dari semua penjuru. Tempat dambaan bagi semua yang pernah berusaha.

Ketika kita bicara tentang puncak dalam konteks kehidupan, orang akan mengasumsikannya dengan sebuah kesuksesan karir ataupun kemapanan spiritual maupun finansial. Dalam hal spiritual, awam akan menganggap seseorang mencapai puncak ketika seseorang pergi haji (misalnya). Sedangkan dalam hal finansial, semua akan terarah pada simbolisasi. Materi. Harta. Kekayaan.

Puncak. Terserah definisi mana yang dianut, membutuhkan usaha untuk mencapainya. Untuk mencapai "lantai atas", kita butuh menaiki "tangga". Fisik tangga bermacam macam. Bambu, kayu, besi, atau beton. Semua bisa digunakan. Kalau dianalogikan bahwa materi yang digunakan adalah tingkatan usaha, maka jadilah beton. Ia kokoh, tak peduli seberapa keras pijakan bebannya. Namun untuk membuatnya butuh dana dan waktu yang lebih dibanding yang lain.

Stair and books. Yes, that are two different things that that will take you toward the top.

No comments:

Post a Comment