Sugeng rawuh... Selamat datang... Ahlan wa sahlan... Welcome...

Tuesday, October 20, 2015

Hard dream




Aku sudah ikhlas. Sudah sejak awal aku ikhlas. Tapi sungguh ini butuh kekuatan besar untuk menghalau rasa ingin selalu bersedih. Bagaimana tidak, antara aku dan kau seperti tak ada jarak. Kita berteman dari kecil. Lebih lekat dengan status ayah dan anak. Banyak hal kita lakukan bersama. Banyak hal pula kita sukai bersama.

Buku. Aku tetap membelinya. Idealnya katamu adalah sebulan sekali. Ya, kata katamu selalu terngiang.. "satu bulan satu buku". Tapi pernah kubenci pula buku. Melihatnya pun ku tak mau lagi. Perlahan. Perlahan. Aku kembali menggemarinya. Meski ketika berada di toko buku. Hampir semua ingatan tentangmu muncul satu persatu. Bagaimana ini, ditempat yang berarti justru menjadi tempat yang memicu kesedihan kehilanganmu lagi. Bumerang bagiku. Sungguh.

Hati ini mulai tertata. Menempatkan segala sesuatu sesuai porsinya. Mengamini kodrat iradat Alloh bagi umatnya. Tapi kadang aku merindu pula. Sekuat tenaga mengingatnya. Setulus hati memohon untuk memimpikannya. Namun tetap tak selalu bersua. Ayah, aku yakin kaupun juga sedang berusaha. Memasuki dimensi lain. Mencari celah antar dua dunia. Untuk sekedar menengok gadis kecilmu ini. Memastikan aku disini baik baik saja...

Sunday, October 11, 2015

Toward the top



Puncak. Sesuatu yang tinggi. Sesuatu yang menjadi pentokan dari semua penjuru. Tempat dambaan bagi semua yang pernah berusaha.

Ketika kita bicara tentang puncak dalam konteks kehidupan, orang akan mengasumsikannya dengan sebuah kesuksesan karir ataupun kemapanan spiritual maupun finansial. Dalam hal spiritual, awam akan menganggap seseorang mencapai puncak ketika seseorang pergi haji (misalnya). Sedangkan dalam hal finansial, semua akan terarah pada simbolisasi. Materi. Harta. Kekayaan.

Puncak. Terserah definisi mana yang dianut, membutuhkan usaha untuk mencapainya. Untuk mencapai "lantai atas", kita butuh menaiki "tangga". Fisik tangga bermacam macam. Bambu, kayu, besi, atau beton. Semua bisa digunakan. Kalau dianalogikan bahwa materi yang digunakan adalah tingkatan usaha, maka jadilah beton. Ia kokoh, tak peduli seberapa keras pijakan bebannya. Namun untuk membuatnya butuh dana dan waktu yang lebih dibanding yang lain.

Stair and books. Yes, that are two different things that that will take you toward the top.