Sugeng rawuh... Selamat datang... Ahlan wa sahlan... Welcome...

Sunday, March 15, 2015

Manis ?

Ketika khrisna pabicara asyik menyemai rindu melalui kicauannya, aku hanya termangu memahami setip konotasi yang ia gunakan. Tersenyum beberapa kali karena membenarkan apa yang juga dia rasakan.
Rindu bukan hal sederhana. Ia bahkan tak semudah pengucapan rangkaian konsonan dan vokalnya. Rindu adalah komplikasi dari ribuan kilometer jarak, ratusan jam waktu yang dibungkus indah dan diikat kuat oleh perasaan.
Pernah aku katakan pada bapak dan ibu pada kepulangan pertamaku. Sombong kukatakan, “Lebaran baru pulang”. Namun nyata tekat itu goyah. Meski sejak awal aku jejalkan pertahanan yang kuat, kukokohkan hati untuk tetap tegar mengahadapi kenyataan merantau.
Ya, mana ada merantu yang enak. Begitu kata seorang teman. Merantau itu mencoba mencicipi hidup. Manis atau pahitnya tergantung “si juru masak (kita)” dalam menjalani. Ada yang berpura bahagia, ada yang terus meratapi nasib, ada yang mencoba bersyukur, dan ada pula yang memang bersyukur.
Karena ketika kehidupan diluar rumah telah kita cicip manis, maka yang di dalam rumah tak akan ragu lagi dirasa. Rumah. Home. Terserah bagaimana orang mengartikannya, tapi bagiku itu adalah kenyamanan yang tiada duanya.

Missing my own room, missing my home. Especialy the people.