Sugeng rawuh... Selamat datang... Ahlan wa sahlan... Welcome...

Sunday, September 7, 2014

KADO BERUNTUT

Sebuah kado, semestinya adalah sesuatu yang menyenangkan. Ketika taman kanak-kanak, bahagiaaa setengah mati ketia mendapat kado sepeda dari Bapak. Beberapa kali mendapat tas dari Ibuk ketika saya mendapat ranking kelas. Bahkan untuk sekedar makan yang sempurna saya habiskan, Iuk memberi hadiah meski itu sebuah kecupan. Hal yang paling saya ingat ketika mendapat sebuah kado adalah, perasaan senang.

Sekarang, ulang tahun tak lagi dirayakan. Kue tart terakhir saya? Saya pun lupa. Dulu kalau dirumah, Ibuk selalu menyiapkan nasi kuning lengkap dengan uborampenya dan membagikan ke tetangga. Masih sama menyenangkan buan? Jadi, apakah selalu yang dirayakan itu adalah menyenangkan? Apakah selalu, kado itu harus bahagia?

Let me say, it’s NOT ALWAYS!

Ketika wisuda S1, saya mendapat kado yang luar biasa yang tidak bisa saya lupakan. Kado itu adalah kepergian mbah putri. Ya, pernah saya ceritakan sebelumnya tentang itu. Sekarang, ketika sumpahan apoteker sudah di depan mata. Saya kembali mendapat kado. Abang menikah dengan seseorang lain. Tapi tak apa, garis hidup harus dijalani. Saya baik-baik saja. Sayapun mendapat kado lain berupa pekerjaan di industri farmasi, nilai cumlaude, dan bahagia bersama keluarga dan teman-teman saya.

Ya, kado adalah pemberian. Entah itu menyenangkan atau sebaliknya. Semua harus diterima.


Happy wedding Abang. I’m happy for u.

No comments:

Post a Comment