Skip to main content

Posts

Showing posts from June, 2014

one day citytour

One day, after rain..
and after the sun getting tired
weround the downtown just to kill the time
enjoy to break down the traffic jam

because we love being on road starting a random journey getting lost somewhere find another meaning of life

and... you have to do the same thing sometimes

Welcome Party from Surabaya..

I finally get out from my house  a distance away from the good life  forge myself looking for another meaning of life and ... here's Surabaya . . .
first sunset at Surabaya

moving to... Apotek WIPA

Meninggalkan team lama, saya bergabung dalam team baru yang akan tetap bersama dalam 5 bulan kedepan. Melanjutkan praktik kerja profesi apoteker, saya menuju destinasi kedua. Apotek WIPA. apotek ini termasuk apotek "senior" karena sudah berusia lebih dari 30 tahun. Tidak mengherankan kalau menejemennya pun sudah tertata rapih. Di apotek ini kami dibagi sesuai jadwal shift yang berlaku di apotek yaitu pukul 08.00-14.00, 14.00-20.00. Shift yang pendek jika dibanding dengan shift di apotek tempat saya dulu bekerja. Kami tidak sendiri, ada beberapa mahasiswa profesi apoteker dari universitas lain yang juga berpraktik disana. Jadi, kami tak hanya belajar bagaimana manajemen di apotek, pelayanan kefarmasian di apotek, tapi juga bagaimana berinteraksi dengan teman sejawat dari universitas lain. Meskipun tidak mudah, namun yaaaa kami cukup bisa membaur dengan baik. :) Dua bulan di apotek ini saya lebih menitikberatkan untuk belajar tentang pembukuan, administrasi, dan pajak. Rumit,…

Puskesmas Umbulharjo II

Lelah? Mmmm mungkin iya. Sejak Januari saya memulai praktik kefarmasian. PKPA, Praktik kerja profesi apoteker. Apa itu? Let's see...

Destinasi pertama adalah PUSKESMAS UMBULHARJO II. Letaknya dipusat kota Jogjakarta, tepatnya dibelakang Balaikota Jogjakarta. Selama 10 hari kami mengabdikan diri menjalankan profesi kefarmasian di tingkat pertama. Seperti kebanyakan puskesmas, pasien yang datang berobat rata-rata memiliki keluhan yang sama. Tidak jauh dari sakit batuk, pilek, flu, diare, rematik, dll. Sehingga, obat yang kami kenal pun hanya sebatas obat generik dan beberapa obat branded yang masuk. Apoteker di Puskesmas ini masih muda, sehingga idealisme profesi masih ia pegang teguh. Saya harap sih bisa selamanya karena dengan idealisme tersebut Apoteker dapat lebih menunjukkan jatidirinya, tidak dibayangi oleh profesi kesehatan lain. Kegiatan kami di puskesmas bisa dikatakan monoton. Setiap hari kami hanya melakukan dispensing obat, tanpa diperbolehkan menyerahkan. Kenapa? Awaln…