Skip to main content

Posts

Showing posts from March, 2014

At the top of "Gunung Api Purba"

Pernah saya postingkan beberapa foto yang saya ambil di gunung api purba, cek di sini dan sini. Jika dilihat, keduanya baik-baik saja. Tetap cantik dan tersenyum menyenangkan. Namun tahukan anda betapa wahainya proses pengambilan foto itu. Kami mendaki setelah hujan, jalan tanah yang licin, tanjakan, turunan, dan yang lebih wahai adalah satu dari teman kami mendaki menggunkan wedges, tiga orang mengenakan rok.
Kami awali hari itu dengan berkumpul di rumah Mamo. Seperti biasa, kami yang telah beberapa hari dan bahkan ada yang beberapa bulan tidak bertemu menjadi tak terkendali ketika sudah berkumpul bersama. sarapan dulu
welcome lets start
step up







rasakan sensasinya kawan, bersujud disuasana seperti ini sangat terasa lain. Merasa manusia benar-benar makhluk kecil, merasa betapa agungnya Sang Maha Pencipta.
And finally, Puncak Mas Bro! tunggu, tak semudh itu mencapai puncak. Kita harus... manjat. ini satu-satunya tangga yang membawa ke puncak.

So, apa yang dilakukan setelah di atas? Term…

Ketika perempuan mengajak berbicara

Selalu saja simbah putri memintaku duduk disampingnya. Seperti biasa, ia mulai bercerita tentang masa kecil, masa sekolah, dan masa-masa lain yang ceritanya masih kuat diingatanku. Selalu sama. Entah sudah berapa kali namun sensasinya masih sama, menggebu. Memintaku merasakan tiap emosi dari tiap kisahnya. Entah pula berapa kali mbah kakung menertawakan sikapku yang selalu mau mendengarkan. Ya, hanya mendengarkan sepenuh hati. Aku tahu kelak pada waktunya akupun akan berada diposisi itu, mengulang banyak cerita yang sama. Dan ketika masa itu tiba, aku ingin ada orang yang mendengarkan tak cukup sekali. Ia hanya mampu berbaring. Sendi yang menua telah kehilangan pelumasnya. Pun ditambah jatuh terakhir kali yang membuat lututnya bengkak. Simbah putriku yang dulu setiap hari selalu hingar dengan kehidupan pasar, harus ikhlas merasanya sunyi tinggal berdua dengan mbah kakung di rumah yang luas itu.
*** Dulu ketika kecil, sering sekali kuhitung berapa kali ia bunyikan klakson motor sepanj…

Mengenal Ibu Inggit

Bagi anda yang belum atau tidak familiar dengan nama tersebut, mari saya perkenalkan dengan beliau. Ibu Inggit Garnasih. Istri kedua Ir. Soekarno yang merupakan cinta pertamanya. The real first lady. Dalam hal ini saya lebih suka menyebutnya Ir Soekarno daripada presiden Soekarno karena menurut saya ketika menceritakan sosok ibu inggit, akan sedikit menyakitkan hati jika harus membahas kepresidenan beliau.