Sugeng rawuh... Selamat datang... Ahlan wa sahlan... Welcome...

Tuesday, January 21, 2014

Aku perempuan

Ketika bocah, pohon jambu di samping rumah tak bisa kupanjat.
Sedari bunga hingga buahnya ranum, ada batas tegas antara ujung kakiku dengan pangkal akarnya.
Sesekali kakak dan anak-anak tetangga riang tertawa diatasnya.
Menunggang dahan layaknya kuda.
Berpindah dahan, berpindah obrolan.

Penghujung Januari hujan semakin lebat.
Air mengepung, sampah mengapung, selokan tersumbat.
Bahagia kakak dan anak-anak tetangga berebut ikan lele dari kolam yang meluap.
Mereka berlari, berbasahan, berkali-kali hanya lewat.
Sedari mendung hingga hujan mengguyur, jendela menjadi batas tegas yang tak mungkin kupanjat.

Kala remaja,
Kawan tak sekedar teman.
Seakan berikrar kami bersaudara, kemanapun harus bersama.
Bermain adalah belajar berinteraksi
Pulang larut adalah bukti menepati janji
Janji setia pertemanan, yang sesungguhnya tak sejati
Aku cukup menyaksikan.
Sosok yang sedang belajar merokok
Diam-diam menarik ujung kemeja seragam
Bergerombol men”cintai” alam dengan mendaki gunung, susur pantai, dan yang lainnya
Aku cukup mengamati.
Karena azan maghib adalah penjemputku pulang
Azan menjadi batas tegas antara aku dan hingarnya kehidupan

Akhirnya hidup sampai pada titik terindah manusia
Jatuh cinta
Ia mulai menyatakan
Tak hanya tersipu, ia mulai sering menipu
Berpura pulang larut setelah berkencan seharian
Aku cukup terbawa senang
Membawa setiap wajah pulang
Kadang berbeda tiap waktunya
Hari ini ia, tiga bulan berikutnya menjadi dia
Aku cukup senang
Merasa cinta lewat rasa tanpa kata
Aku
Meski berani tapi tak mungkin kujalani
Mata cukup terpejam sesaat dan butiran beningpun bertetesan
Kala kata demi kata menyedihkan tentang rasa itu dikenalkan
Ya, tak cukup hanya tahu kata sakit tapi harus merasa sakit
Tuhan mendidik tak hanya kata, tapi rasa
Aku
Meski berpindah laju, namun ujungnya hanya satu
Bahagia...
Akankan dengan yang satu ini?
Ah Tuhan kembali bercerita
Aku kan menjalaninya
Ingin kukatakan
Ingin kuungkapkan
Tak hanya menunggu untuk menjalankan
Tapi ah...

apa daya aku perempuan...

No comments:

Post a Comment