Skip to main content

Posts

Showing posts from 2014

She is, Rachmawati Agustine Machtyas

one day... In a deep silence forest...


Talent : Rachmawati Agustine Machtyas
Location : Wonosari, Special District of Jogjakarta
All pictures are original PHARMATOGRAPHY

Takut Lupa !

Ketika orang banyak mengatakan "melawan lupa", justru aku ketakutan untuk menjadi lupa. Melawan adalah tindakan preventive, begitu pula takut. Tapi menurutku, bedanya ada pada waktu. Ketika seseorang melawan, ia otomats telah menjadi bagian dari sesuatu. namun ketika takut, ia masih terpisah dari sesuatu itu. Mudahnya, melawan kanker dan takut kanker. Yap, simpukanlah sendiri...
Akhir akhir ini atas nama "tuntutan pekerjaan", aku mengabiskan waktu dengan "duduk" di depan komputer, memeriksa report analisa produk, membagi sample, merilis produk, dll. Monoton, memang. Kegiatan semacam itu sangat memungkinkan menutup indra lain yang selama ini setengah mati kukembangkan. Sense of ART! Nyeni..
Disini aku jauh dari kanvas, cat minyak, kuas dan palet. Jauh juga dengan tempat digital printing yang bisa setiap saat kudatangi. Terlebih, aku jauh dari kamera yang telah melatihku membidik lewat lubang cahayanya..
dan...aku TAKUT LUPA!
Aku takut lupa rasanya menarik…

HARDWORK !

Hai. 1 bulan 8 hari. Kerja berangkat pukul 06.30 dan pulang sampai pukul 17.00 sangat menyita waktu. Seharian memeriksa hasil analisa finish product, mengintepretasi hasil, dan mengirimkan data. Membosankan? No. Hanya saja, masih belum banyak hal yang ku tahu...

Hello world !

11 September. Tanggal ini bagi sebagian orang menimbukan ingatan tentang kengerian peristiwa terorisme di Amerika. Runtuhnya gedung WTC akibat ditabrak pesawat yang kabarnya dibajak. 
Namun 11 september tahun ini, ingatan lain pun akan muncul. Saya disumpah! Sumpah sebagai Apoteker. Hari itu menjadi puncak perjuangan selama ini. Jungkir balik mengerjakan tugas, naik turun mengejar dosen, 30 Km bolak balik rumah-kampus. Ya, meskipun perjuangan belum usai sampai disini, namun hari itu saya bangga memersembahkan kelulusan dengan predikat cumlaude kepada orang tua dan kakak saya. Kelulusan yang juga dihadiahi dengan sebuah pekerjaan di sebuah industri farmasi. Alhamdulillah...
Meski tidak ada kesempatan foto bersama orang tua dan kakak saya, saya tetp bahagia.
So, Hello world, I'm PHARMACIST !

KADO BERUNTUT

Sebuah kado, semestinya adalah sesuatu yang menyenangkan. Ketika taman kanak-kanak, bahagiaaa setengah mati ketia mendapat kado sepeda dari Bapak. Beberapa kali mendapat tas dari Ibuk ketika saya mendapat ranking kelas. Bahkan untuk sekedar makan yang sempurna saya habiskan, Iuk memberi hadiah meski itu sebuah kecupan. Hal yang paling saya ingat ketika mendapat sebuah kado adalah, perasaan senang.
Sekarang, ulang tahun tak lagi dirayakan. Kue tart terakhir saya? Saya pun lupa. Dulu kalau dirumah, Ibuk selalu menyiapkan nasi kuning lengkap dengan uborampenya dan membagikan ke tetangga. Masih sama menyenangkan buan? Jadi, apakah selalu yang dirayakan itu adalah menyenangkan? Apakah selalu, kado itu harus bahagia?
Let me say, it’s NOT ALWAYS!
Ketika wisuda S1, saya mendapat kado yang luar biasa yang tidak bisa saya lupakan. Kado itu adalah kepergian mbah putri. Ya, pernah saya ceritakan sebelumnya tentang itu. Sekarang, ketika sumpahan apoteker sudah di depan mata. Saya kembali mendapat…

STORY OF JOBSEEKER

Apa yang kau rancang untuk hidup? muda foya-foya tua bahagia mati masuk surga? bersenang senang selamanya? C'mon man, wake up!

Mr Hamran said: Wiwiting mulyo jalaran kuate doa lan wani rekoso. Kalau diterjemahkan kurang lebih “the beginning of a glory life start from a pray and try hard!”

So, I do praying and trying. Harder!

Start from many months ago, when I almost pass my bachelors degree at pharmacy, i force my self to get out from my comfort room. Just stay at home for a long waiting is too bored. So I get a job even i’m still student. Apothecary’s assistant. For the first time i got my official salary. I know it’s not much but it’s complacent! I forgot about how many rupiah that i get. Initially i’ll give it to my mother, but she refused it, she said: this is your own fee, yur own money. Have fun with this properly!

After become an apothecary student, i decided to quit from my job. The only reason is, i wanna be focuse. I’ve many targets. Cumlaude is one of them. I know bette…

Im Here !

Hello world, i finally out from my sweet home. Far away from Jogja. This is Bandung. This is my new part of my life. This what i really want. Challenge my self to do more than i know i can do Meet new people Meet other habits Meet different situation I know its not easy But I do really know that God is always beside me.

Tentang rasa

Kata bercinta melalui bahasa. Ketika ia sendirian tak dikenal, ia hanya ucapan tanpa makna. Sedang manusia bercinta melalui rasa. Setiap detilnya tak perlu banyak dimengerti. Rasa adalah bahasa paling universal. Rasa tak perlu diteriak. Ia cukup timbul tiba-tiba.

Atasnama rasa, seseorang itupun tetiba berujar;

“Bulan depan abang menikah dek, doakan ya.”

Selamat abang.

Biarkan sejenak Adek mencoba mencerna banyak rasa sesaat setelahnya...

Abang, ketika seorang pria pandai merangkai kata, seorang wanita pandai mengolah banyak rasa bahkan memutarbalikkannya. (Nurul, Agustus 2014)

Merdeka !

Indonesia, hari ini berusia 69 tahun. Hampir semua lini masa berbicara tentang kemerdekaan. Melawan penjajahan modern lah, atau kemerdekaan dalam arti yang lainnya. Saya? Mari seikit mengulik makna lain dari kemerdekaan tepat di momentum 17 Agustus. Merdeka dalam kamus besar bahasa indonesia berarti bebas (dr perhambaan, penjajahan, dsb); berdiri sendiri; tidak terkena atau lepas dr tuntutan; tidak terikat, tidak bergantung kpd orang atau pihak tertentu; leluasa. Kurang lebih seperti itu. Maka kebebasan itu dalam hal ini saya titik beratkan pada berdiri sendiri. Pada 17 Agustus ini saya mencoba berdiri sendiri. Menjauh dari tiap inchi kenyamanan rumah, keramahan tetangga, dan sepoinya angin pedesaan. Jauh dari itu semua, inilah Bandung. Ya, saya pacu lagi jiwa ini. Saya tempa lagi mental ini. Menjauh dari rumah bukan bermakna hengkang dari tanggungjawab sebagai anak. Justru saya mengambil tanggungjawab saya sebagai anak dari sisi mengembangkan diri seoptimal mungkin untuk membahagiakan…

When we're in relaphoneship

I just missing our  time, sharing about anything Talking without speaking
I just missing my heart that beating harder when your name appear I’m a little bit shy but don’t wanna be fear
Hi You, What about you? What you named me on you?
My father said people are come and go Sometimes they spent a little longer just to make we grow Growing better not just growing old
Hi You, One day when Im with you And so you belong with me too I know what will we do
Speaking... Laughting... Loving... No more texting...

(Nurul, Juli 2014)

Ujian Komprehensif bidang Industri

Tanggal 5 kemarin saya menjalani ujian komprehensif apoteker bidang industri. Saya mendapat penguji senior yang sekarang bekerja untuk Sanbe Farma. Beliau, Bapak Purwadi. Penguji lainnya adalah dosen senior farmasi UGM yang sudah akrab dengan kampus kami, Bapak Mufrod.
Bagaimana rasanya? Tidak terlalu biasa saja, namun juga tidak bisa dibilang biasa. Saya dan teman-teman satu kelompok pernah memrediksikan ini sebelumnya.
Sesuai list absensi, saya berada di urutan 7 dari 8 mahasiswa yang mengantri diuji beliau berdua. Kampus menjadwalkan mahasiswa harus datang pukul 08.00. Maka konsekuensinya saya harus berangkat satu jam lebih awal dari ketentuan. 30Km bukan jarak yang cepat untuk dilalui.
Kurang lebih pukul 12.50, giliran saya tiba. Tak apa, menunggu dalam waktu lama untuk sekedar “diremehkan” penguji juga sebuah proses.
Kursi biru itu tepat berada di tengah meja. Menghadap dua kursi lain yang telah sempurna menjalankan tugasnya. Dalam konflik antara jantung yang semakin derap dan u…

one day citytour

One day, after rain..
and after the sun getting tired
weround the downtown just to kill the time
enjoy to break down the traffic jam

because we love being on road starting a random journey getting lost somewhere find another meaning of life

and... you have to do the same thing sometimes

Welcome Party from Surabaya..

I finally get out from my house  a distance away from the good life  forge myself looking for another meaning of life and ... here's Surabaya . . .
first sunset at Surabaya

moving to... Apotek WIPA

Meninggalkan team lama, saya bergabung dalam team baru yang akan tetap bersama dalam 5 bulan kedepan. Melanjutkan praktik kerja profesi apoteker, saya menuju destinasi kedua. Apotek WIPA. apotek ini termasuk apotek "senior" karena sudah berusia lebih dari 30 tahun. Tidak mengherankan kalau menejemennya pun sudah tertata rapih. Di apotek ini kami dibagi sesuai jadwal shift yang berlaku di apotek yaitu pukul 08.00-14.00, 14.00-20.00. Shift yang pendek jika dibanding dengan shift di apotek tempat saya dulu bekerja. Kami tidak sendiri, ada beberapa mahasiswa profesi apoteker dari universitas lain yang juga berpraktik disana. Jadi, kami tak hanya belajar bagaimana manajemen di apotek, pelayanan kefarmasian di apotek, tapi juga bagaimana berinteraksi dengan teman sejawat dari universitas lain. Meskipun tidak mudah, namun yaaaa kami cukup bisa membaur dengan baik. :) Dua bulan di apotek ini saya lebih menitikberatkan untuk belajar tentang pembukuan, administrasi, dan pajak. Rumit,…

Puskesmas Umbulharjo II

Lelah? Mmmm mungkin iya. Sejak Januari saya memulai praktik kefarmasian. PKPA, Praktik kerja profesi apoteker. Apa itu? Let's see...

Destinasi pertama adalah PUSKESMAS UMBULHARJO II. Letaknya dipusat kota Jogjakarta, tepatnya dibelakang Balaikota Jogjakarta. Selama 10 hari kami mengabdikan diri menjalankan profesi kefarmasian di tingkat pertama. Seperti kebanyakan puskesmas, pasien yang datang berobat rata-rata memiliki keluhan yang sama. Tidak jauh dari sakit batuk, pilek, flu, diare, rematik, dll. Sehingga, obat yang kami kenal pun hanya sebatas obat generik dan beberapa obat branded yang masuk. Apoteker di Puskesmas ini masih muda, sehingga idealisme profesi masih ia pegang teguh. Saya harap sih bisa selamanya karena dengan idealisme tersebut Apoteker dapat lebih menunjukkan jatidirinya, tidak dibayangi oleh profesi kesehatan lain. Kegiatan kami di puskesmas bisa dikatakan monoton. Setiap hari kami hanya melakukan dispensing obat, tanpa diperbolehkan menyerahkan. Kenapa? Awaln…

Pengagum Senja

masa dimana langit terlihat lebih berbicara bumi menjadi  lebih bercerita desir angin pun terasa lebih manja
ayah yang letih namun tetap menggendong anaknya pemuda gagah berlari mengajak anjingnya melewati sepasang kekasih yang duduk bercengkrama
senja membawa langkah pulang mengepakkan setiap sayap si pipit kembali ke sarang meronakan langit menjemput petang
di sudut lainnya seseorang memejamkan mata khusyuk mengucap sebuah nama diantara angin yang ia harap dapat menyampaikan kerinduannya

(Nurul, Mei 2014)

salahkah?

Apasalahnya sebuah ingatan Terkadang ia tiba-tiba muncul penuh keharuan Mengenang masa atau sekedar sekelebat asa Menampik kenyataan yang terkadang jauh dari rencana
Apasalahnya sebuah rindu Membuncah tak tau malu Meski kadang rindu muncul bukan karena rindu Hanya kegilaan yang memuncak karena tak kunjung bertemu
(Nurul, Mei 2014)

Unusual destination, Jogja Library!

Jogja Library. This place is on  the right side of Malioboro street. What will we find here? Books. Of course. But more than ordinary library, this place show us about history. I dont know how many books here but, its less than usually library. Most of the collections are codices or, the ancient draft.
When you enter this library, you will immediately feel entering a diffrent era. High building, not usual stair, quite, and... (come and feel by your self). Its like a hidden place. I reach to the second floor to see the collections, but i dont want to see anymore at the time because... i feel it. When u go to the second floor u’ll see malioboro street from above.
stairs
 Malioboro street from above
 terrace

reading room
reading chairs
photostory, history of jogja
pupet
Don't just read this (bad grammar) post. Come to see, sometimes...

Me and books

Me My Self and Books It's good enough !
menjauh sesaat dari kepenatan Praktik Kerja Profesi Apoteker. memanjakan mata dengan barisan kata-kata sesekali sebelum stres kembali menghampiri

Apa hebatnya seorang kakak?!

Kakak saya, dia tergolong cerewet untuk ukuran pria. Segala macam diatur, diberi SOP. Ia akan pergi kemudian sms panjang lebar ketika ribut dengan saya. Ketika kecil, kakaksaya sering mengatai saya kemayu, manja, galak, dll. Kesal? Tentu saja. Tapi kekesalan itu seketika sirna ketika kami bersama menerbangkan layang-layang di sawah yang barusaja dipanen, bermain petak umpet bersama anak tetangga, atau sekedar diajak main oleh bapak dan ibu nonton sirkus di alun-alun.
Kami sering pula cek-cok. Hal sepele sampai hal gede pernah kami perdebatkan. Dulu saya merasa kakak saya malu punya adik seperti saya. Ketika di depan teman lain, tak jarang kakak saya acuh, terkesan tak peduli ada ataupun tak adanya saya. Bahkan ia meminta pindah sekolah jika saya masuk ke SD yang sama dengannya dulu.
Lalu, kenapa saya begitu teramat menyayanginya?
Bukan hanya meng-iya-kan takdir bahwa ia adalah kakak saya, tapi cara Tuhan mendidik saya lewatnya. Kami seimbang dalam banyak hal. Ketika saya dibawah, ia m…

welcome PKPA (late post)

Jadi, ceritanya sejak bulan januari kemarin saya sudah memulai praktik kefarmasian. PKPA, atau praktik kerja profesi apoteker. Diawali dengan 10 hari di puskesmas Umbulharjo II, dilanjutkan dengan 2 bulan di Apotik WIPA, dan mulai April hingga Mei nanti, saya resmi berpraktik di PKU Muhammadiyah Jogjakarta.
Mungkin tidak sekarang saya tuliskan, beberapa dateline masih menanti.

At the top of "Gunung Api Purba"

Pernah saya postingkan beberapa foto yang saya ambil di gunung api purba, cek di sini dan sini. Jika dilihat, keduanya baik-baik saja. Tetap cantik dan tersenyum menyenangkan. Namun tahukan anda betapa wahainya proses pengambilan foto itu. Kami mendaki setelah hujan, jalan tanah yang licin, tanjakan, turunan, dan yang lebih wahai adalah satu dari teman kami mendaki menggunkan wedges, tiga orang mengenakan rok.
Kami awali hari itu dengan berkumpul di rumah Mamo. Seperti biasa, kami yang telah beberapa hari dan bahkan ada yang beberapa bulan tidak bertemu menjadi tak terkendali ketika sudah berkumpul bersama. sarapan dulu
welcome lets start
step up







rasakan sensasinya kawan, bersujud disuasana seperti ini sangat terasa lain. Merasa manusia benar-benar makhluk kecil, merasa betapa agungnya Sang Maha Pencipta.
And finally, Puncak Mas Bro! tunggu, tak semudh itu mencapai puncak. Kita harus... manjat. ini satu-satunya tangga yang membawa ke puncak.

So, apa yang dilakukan setelah di atas? Term…

Ketika perempuan mengajak berbicara

Selalu saja simbah putri memintaku duduk disampingnya. Seperti biasa, ia mulai bercerita tentang masa kecil, masa sekolah, dan masa-masa lain yang ceritanya masih kuat diingatanku. Selalu sama. Entah sudah berapa kali namun sensasinya masih sama, menggebu. Memintaku merasakan tiap emosi dari tiap kisahnya. Entah pula berapa kali mbah kakung menertawakan sikapku yang selalu mau mendengarkan. Ya, hanya mendengarkan sepenuh hati. Aku tahu kelak pada waktunya akupun akan berada diposisi itu, mengulang banyak cerita yang sama. Dan ketika masa itu tiba, aku ingin ada orang yang mendengarkan tak cukup sekali. Ia hanya mampu berbaring. Sendi yang menua telah kehilangan pelumasnya. Pun ditambah jatuh terakhir kali yang membuat lututnya bengkak. Simbah putriku yang dulu setiap hari selalu hingar dengan kehidupan pasar, harus ikhlas merasanya sunyi tinggal berdua dengan mbah kakung di rumah yang luas itu.
*** Dulu ketika kecil, sering sekali kuhitung berapa kali ia bunyikan klakson motor sepanj…

Mengenal Ibu Inggit

Bagi anda yang belum atau tidak familiar dengan nama tersebut, mari saya perkenalkan dengan beliau. Ibu Inggit Garnasih. Istri kedua Ir. Soekarno yang merupakan cinta pertamanya. The real first lady. Dalam hal ini saya lebih suka menyebutnya Ir Soekarno daripada presiden Soekarno karena menurut saya ketika menceritakan sosok ibu inggit, akan sedikit menyakitkan hati jika harus membahas kepresidenan beliau.