Sugeng rawuh... Selamat datang... Ahlan wa sahlan... Welcome...

Tuesday, October 22, 2013

DRUG MANAGEMENT CYCLE: PROCUREMENT

LEARNING OUTCOME SKENARIO II
“PROCUREMENT”

Nama             : Nurul Fatimah
NIM                : 13811118
Kelompok       : D

PROGRAM STUDI PROFESI APOTEKER
UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA
YOGYAKARTA
2013


1.    Untuk mengetahui definisi perencanaan dan pengadaan
Perencanaan adalah proses pemilihan jenis, jumlah, harga perbekalan farmasi sesuai kebutuhan dan anggaran untuk menghindari kekosongan obat dengan metode yang dapat dipertanggung jawabkan dan dasar-dasar yang telah ditentukan, sedangkan pengadaan adalah kegiatan untuk merealisasikan kebutuhan yang telah direncanakan dan disetujui (1) melalui pembelian, produksi ataupun hibah (2).
2.    Untuk mengetahui metode perencanaan dan pengadaan
Metode perencanaan meliputi:
a.         Metode konsumsi; perhitungan kebutuhan didasarkan pada data riel konsumsi perbekalan farmasi periode lalu dengan penyesuaian dan koreksi (2,3,4).
b.        Metode epidemiologi/ morbiditas; perhitungan kebtuhan didasarkan pada pola penyakit, perkiraan kenaikan kunjungan, dan waktu tunggu/ lead time (2,3,4)
c.         Metode kombinasi konsumsi dan morbiditas; yaitu menggabungkan keduanya dengan melihat anggaran yang tersedia (2,3,4)
Metode pengadaan melalui pembelian, hibah, produksi (1,2)
Pembelian ada 4 metode:
a.         Tender terbuka; berlaku untuk semua rekanan yang terdaftar dan sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan.
b.        Tender terbatas/ lelang tertutup; hanya dilakukan pada rekanan tertentu yang sudah terdaftar dan memiliki riwayat jejak yang baik.
c.         Negosiasi/ tawar menawar; dilakukan pendekatan langsung untuk item tertentu.
d.        Pembelian langsung; pembelian jumlah kecil yang perlu segera tersedia (2, 3, 4)
3.    Kelebihan dan kekurangan dari metode pengadaan dan perencanaan
Metode perencanaan:
Konsumsi
Kelebihan
Kekurangan
data yang diperoleh akurat, metode paling mudah, tidak memerlukan data penyakit maupun standar pengobatan, jika data konsumsi lengkap pola penulisan tidak berubah dan kebutuhan relatif konstan maka kemungkinan kekurangan atau kelebihan obat sangat kecil (3)
tidak dapat untuk mengkaji penggunaan obat dalam perbaikan penulisan resep, kekurangan dan kelebihan obat sulit diandalkan, tidak memerlukan pencatatan data morbiditas yang
baik (3)
Morbiditas
Kelebihan
Kekurangan
Perkiraan kebutuhan mendekati kebenaran, standar pengobatan mendukung usaha memperbaiki pola penggunaan obat (3)
Membutuhkan waktu dan tenaga yang terampil, data penyakit sulit diperoleh secara pasti, diperlukan pencatatan dan pelaporan yang baik (3)
Kombinasi
Kelebihan
Kekurangan
Dapat untuk obat & alat kesehatan yang terkadang fluktuatif maka dapat menggunakan metode konsumsi dengan koreksi pola penyakit, perubahan, jenis/jumlah tindakan, perubahan pola peresepan, perubahan kebijakan pelayanan kesehatan (5).
Farmasis harus mengikuti perkembangan perubahan pola penyakit, dan perubahan-perubahan terkait dan secara terus menerus melakukan analisa data sehingga pekerjaan farmasis bertambah (5).

Metode pengadaan;
a.         Tender terbuka, butuh waktu namun harga lebih menguntungkan.
b.        Tender terbatas, waktu relatif namun harga masih dapat dikendalikan.
c.         Negosiasi, waktu dan harga berfariasi tergantung kesepakatan.
d.        Pembelian langsung, proses cepat namun harga lebih mahal (2, 3, 4).
4.    Untuk mengetahui tahap-tahap pengadaan
Tahapan pengadaan dimulai dari mereview daftar perbekalan farmasi yang akan diadakan, menentukan jumlah masing-masing item yang akan dibeli, menyesuaikan dengan situasi keuangan, memilih metode pengadaan, memilih rekanan, membuat syarat kntrak kerja, memonitor pengiriman barang, menerima barang, melakukan pembayaran serta menyimpan kemuian mendistribusikan (2)
5.    Untuk mengetahui analisis dan ketentuan prioritas
Analisis prioritas meliputi;
a.         Analisis ABC (Always Better Control), disebut juga sebagai analisis Pareto atau hukum Pareto merupakan salah satu metode yang digunakan dalam manajemen logistik untuk membagi kelompok barang menjadi tiga yaitu A, B dan C. Kelompok A merupakan barang dengan jumlah item sekitar 20% tapi mempunyai nilai investasi sekitar 80% dari nilai investasi total, kelompok B merupakan barang dengan jumlah item sekitar 30% tapi mempunyai nilai investasi sekitar 15% dari nilai investasi total, sedangkan kelompok C merupakan barang dengan jumlah item sekitar 50% tapi mempunyai nilai investasi sekitar 5% dari nilai investasi total (2,3).
b.        VEN (Vital, Esensial, Non esensial), adalah suatu cara untuk mengelompokkan obat yang berdasarkan kepada dampak tiap jenis obat pada kesehatan (tesis). Kelompok V (vital) adalah obat yang harus ada dan diperlukan untuk menyelamatkan kehidupan, kekosongan obat kelompok ini dapat ditolerir kurang dari 48 jam; kelompok E (esensial) adalah obat yang terbukti efektif untuk menyembuhkan penyakit atau mengurangi penderitaan pasien, kelompok N (non esensial) adalah obat yang digunakan untuk penyakit yang dapat sembuh sendiri atau yang diragukan manfaatnya dibandingkan obat lain yang sejenis (2,3).
c.         PUT (Prioritas, Utama, Tambahan), digunakan untuk menetapkan proiritas pengadaan obat dimana anggaran yang ada tidak sesuai dengan kebutuhan dengan cara menggabungan analisa ABC dan VEN yang kan diklasifikasikan menjadi obat-obat yang prioritas (AV, BV, CV), utama (AE, BE, CE), dan tambahan (AN, BN, CN)(2).
Ketentuan prioritas
a.         Obat yang masuk kategori NC menjadi prioritas utama untuk dikurangi atau dihilangkan dari rencana kebutuhan, bila dana masih kurang, maka obat kategori NB menjadi prioritas selanjutnya dan obat NA selanjutnya (2).
Literatur lain mengatakan;
a.         Buang kategori  N, terutama NA
b.        Seleksi E yang termasuk slow atau fast moving.
c.         Ubah obat bermerek menjadi generic
d.        Ubah obat bermerk dengan merk lain yang lebih murah
e.        Komunikasikan dengan dokter dan direktur (5)
6.    Untuk mengetahui definisi dan rumus dari EOQ
Economic Order Quantity (EOQ) merupakan jumlah pembelian yang paling ekonomis untuk dilaksanakan pada setiap kali pembelian karena merupakan kesetimbangan antara holding cost dan ordering cost (4)
EOQ dihitung berdasarkan rumus       (6)
EOQ adalah jumlah pembelian optimal yang ekonimis, D penggunaan per periode waktu, S adalah biaya pemesanan, H adalah biaya pemeliharaan per tahun, dan C adalah biaya perunit (6).
7.    Untuk mengetahui evaluasi procurement
Evaluasi procurement meliputi;
a.         Prosentase kesesuaian pembelian dg perencanaan awal tahunan
b.        Prosentase kesesuaian  dana pembelian dg perencanaan anggaran
c.         Prosentase kesesuaian perencanaan terhadap formularium (5).
d.        Kesesuaian dana pengadaan obat; jumlah dana anggaran pengadaan obat yang disediakan RS dibanding jumlah kebutuhan dana.
e.        Biaya obat per kunjungan kasus; besaran dana yang tersedia untuk setiap kunjungan kasus.
f.          Biaya obat per resep; dana yang dibutuhkan untuk setiap resep dan besaran dana yang tersedia untuk setiap resep
g.         Ketepatan perencanaan; perencanaan kebutuhan nyata obat untuk RS dibagi pemakaian obat per tahun.
h.        Persentase dan nilai obat rusak; jumlah jenis obat yang rusak dibagi total jenis obat (2)

DAFTAR PUSTAKA
(1)    Anonim, 2004, Standar Pelayanan Farmasi di Rumah Sakit, Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1197/Menkes/SK/X/2004, Jakarta
(2)    Arman, F., Lesilolo, M.S., dkk, 2008, Pedoman Pengelolaan Perbekalan Farmasi di Rumah Sakit, Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan, Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta
(3)    Maimun, A., 2008, Perencanaan Obat Antibiotik Berdasarkan Kombinasi Metode Konsumsi dengan Analisis ABC dan Recorder Point Terhadap Nilai Persediaan dan Turn Of Ratio di Instalasi Farmasi RS Daru Istiqomah Kaliwungu Kendal, Tesis, Universitas Diponegoro, Semarang.
(4)    Abert, C., Banneberg, W., Bates, J., Battersby, A., Beracochea, E., 2012, Managing Access to Medicines and Health Technologies, Management Science for Health Inc.,
(5)    Pradhana, D., 2013, Procurement, Bahan Ajar, Program Studi Profesi Apoteker Universitas Islam Indonesia.

(6)    Gonzalez, J.L., Gonzalez, D., 2010, Analysis of an Economic Order Quantity and Recorder Point Inventory Control Model for Company XYZ, A Senior Project Submitting, Degree of Bachelors of Science In Industrial Engineering, California Polytechnic State University, San Luis Obispo, available at: http:digitalcommons.calpoly.edu/cgi/, diakses tanggal 8 oktober 2013

No comments:

Post a Comment