Skip to main content

Posts

Showing posts from September, 2013

This is just bye bye !

Sebuah pertemuan pasti akan berakhir pada perpisahan. Bagaimanapun bentuknya. Entah tepisah secara jarak, fisik, ataupun maut. Namun sungguh tak ada sebuah perpisahan yang murni terpisah. Bagaimana bisa dikatakan berpisah jika hati ini masih terikat, pikiran masih berjerat, dan rasa batin ini masih sama kuat...
Ya, persahabatan kami baru dimulai. Seperti yang pernah kubilang sebelumnya, kami menyebutnya...Gokuraku. Paradise !. Seperti maknanya, paradise, surga. Kami akan bawa persahabatan ini sampai ke surga. Membangun istana kami masing-masing yang saling berdekatan, ditepian sungai susu, dipinggir salah satu danau dan bukit di sana...
Maka ini tentu bukan sebuah kesedihan, menyaksikan satu persatu langkah itu menjauh... tangan yang satu per satu melambai... air mata yang diam-diam menganak sungai...
Kawan, ini sungguh sedih yang bahagia. Menyaksikan kepulangan kalian untuk mulai menapaki mimpi-mimpi, cita-cita masing-masing. Meraih kesuksesan, melayakkan kehidupan. Jadi, bagaimana …

Tim SUKSES!!!

Jadi, sistem pembelajaran yang diterapkan di program studi profesi apoteker adalah sistem Problem Based Learning (PBL). Dalam PBL, nggak ada lagi yang namanya kuliah klasikal. Yang ada hanya kuliah pakar. Sebenarnya 11:12 hanya ketika kuliah pakar, kita mendapat materi langsung dari pakarnya. Kemudian proses belajar dilakukan dengan tutorial. Satu kelompok terdiri dari kurang lebih sepuluh orang yang akan menyelesaikan kasus yang terkait dengan kuliah pakar sebelumnya. Hasil dari diskusi kelompok tutorial yang menerapkan seven jump, kami membuat resum dengan menjawab tujuan belajar. kemudian membuat learning outcome... Lalalalaaa.... Ribet? Tidak. Ini menyenangkan ! kapan lagi kita berkutat dengan dateline yang sipa kapan saja menjadi deathline. :) Jika tepat perhitungannya, kami hanya akan menjalani proses tutorial sepanjang kurang lebih 4,5 bulan. Ya, 4,5 bulan saja. Betapa singkatnya.... dan... inilah tim sukses kami. Kelompok D!!!




Urut dari kiri ke kanan; ajeng, mbak uus, malik, …

Hanya di UII

Setiap kampus mempunyai standart masing-masing enth itu dalam akademis maupun pengembangan diri dari mahasiswanya. Nah di kampus saya yang bernafas keislaman, memasangkan target bagi mahasiswanya unuk menjadi rahmatan lil alamin. Rahmat bagi semesta alam...
Cara yang ditempuh tentusaja dengan “mengislamkan” mahasiswanya melalui rangkaian kegiatan keagamaan. Pesantrenisasi. Ketika anda memutuskan untuk masuk menjadi bagian dari mahasiswa UII, maka anda harus menempuh kegiatan orientasi nilai dasar islam (ONDI) di awal masuk yang akan dilanjutkan dengan test baca tuis al-quran (BTAQ). Nilai ONDI dan BTAQ berbobot 0 SKS namun menjadi syarat yudisium akhir studi. Jadi, bagi mahasiswa yang mau lulus ya BATQ minimal C. Tidak berhenti disitu, moment pesantrenisasi akan kembali terulang pada kegiatan pesantren 10 hari. Dalam 10 hari mahasiswa akan menginap di rusunawa. Disana mahasiswa akan ditunjukkan jalan kebenaran versi pendidik. Pesantren kali ini dibuat kategori, dasar, menengah dan lan…

Saya, mahasiswi baru profesi apoteker

Yak, tepatnya tanggal 2 September kemarin saya resmi kuliah lagi. Profesi Apoteker di kampus UII. Satu tahun yang pasti akan sangat mengesankan. Memang terhitung telat, tapi saya tidak mempermasalahkan kuliah bersama dengan adik angkatan saya. Kami sama-sama belajar dan berusaha sebaik mungkin. Ada satu aturan di profesi yang sangaaaatt sulit untuk dilakukan namun mau tak mau ya harus mau. Aturan berpakaian. Sesuai kontrak yang telah saya tandatangani di atas materai 6ribu rupiah, saya diwajibkan menggunakan rok setiap hari. Bye bye jeans... Maka jadilah saya orang yang selalu menutup mata pada deretan jeans di toko baju, fokus saya rok dan kemeja. Masalah sepatu, lain lagi. Memang tidak ada aturan yang menyebutkan mahasiswi harus bersepatu flat atau hills atau yang sepatu wanita lain namun urusan ini saya khilaf ketika masuk toko sepatu. Niat awal beli flat shoes, keluar toko nenteng convers. Yah, next time lah ya.... Eits, tapi saya tak sendiri, ada satu kawan saya yang belum bisa …