Sugeng rawuh... Selamat datang... Ahlan wa sahlan... Welcome...

Wednesday, July 10, 2013

Teman, ini cerita rinduku

Teman berkata, rindu adalah kegelisahan hati untuk bertemu dengan yang dicintai. Kerinduan tergantung dalamnya cinta. Ya, jiwa ini dilanda rindu. Rindu yang sepertinya bersarang di dada ini ingin segera menyeruak keluar menemui yang dirindukan. Seakan tak sabar dengan tiap detik yang berdentang, rasa rindu ini semakin memrovokasi mata untuk mengeluarkan cairan beningnya. Air mata, terjatuh perlahan menganak sungai di pahatan tulang pipi. Mengalir deras, menetes dilembaran sajadah. Biarkan itu menjadi bukti kelak dikemudian hari. Ketika tetesan air mata itu dapat bersaksi. Membela tuannya dihadapan persidangan Tuhan. 
Butiran bening itu mencoba membela. "Tuhan, makhlukmu yang ini memang penuh dosa, sering berdusta, lalai, dan yang lainnya. Tapi lihatlah, dalam setiap inchi kebodohan dan kejelekannya, aku bisa Engkau cipta. Engkau utus aku mengalisr disuninya malam, diberisiknya hati dan pikirannya. Sebagai kesimpulan dari perasaan yang Engkau berinama rindu..."

Ratusan hari lalu. Mulut ini berbahagia melepasnya, sukacita hati ini tak menghiraukan langkahnya yang semakin menjauh, bahkan alam seakan rela ia beranjak dari singgasana... Ia pergi, meskipun tidak untuk selamanya...

Tetesan air itu masih bersaksi, "Tuhan, seseorang engkau datang dan pergikan dari hidupnya, membawa bahagia maupun luka. Aku tak bosan membanjiri matanya, menyumbat hidungnya. Ia dirundung cinta, dirundung rindu yang tak tahu akankan sama. Ramadhanmu Tuhan. Ia merindukannya."

Ya, Ramadhan tak ingkar janji. Ia kembali lagi meskipun kutahu kelak ia akan pergi. Sampaikan usiaku untuk menemuinya lagi? Lagi-lagi itu rahasia penciptaku. Ramadhan selalu membuat skenario barunya, kali ini tak sama. Jika yang lalu ia mengujiku dengan kata setia, sekarang ia mengenalkanku pada senandung rindu. Tak hanya rindu padaNya, rindu ini bercabang pada lain penjuru. Memantik api rindu lain yang entah maukah ia menyala.  Secercah rasa yang masih menggeliat meminta untuk dipertanyakan. Apakabarmu, terlihat kau bahagia,  Teman.

No comments:

Post a Comment