Sugeng rawuh... Selamat datang... Ahlan wa sahlan... Welcome...

Saturday, July 6, 2013

Brotherhood (part 2)

Badranaya yoga. Itu nama sebuah tempat di Surabaya yang menyediakan jasa terapi untuk anak berkebutuhan khusus. Saya mengenalnya dari sebuah perjalanan bersama kakak ke sebuah puncak di daerah Kulon progo. Suroloyo...
Puncak suroloyo berada di jajaran pegunungan menoreh yang terletak di ketinggian 1091 mdpl. tepatnya di desa Gerbosari, kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo, berbatasan langsung dengan jawa tengah. Menurut cerita, suroloyo adalah tempat bertapanya Sultan Agung Hanykrokusumo yang mendapatkan wangsit untuk memerintah tanah jawa. Dari situ suroloyo juga dikenal sebagai Kiblat Pancering Bumi tanah jawa. Dimasa Hindu Belandapun, suroloyo dipercaya sebagai peraga kayangan. Tempat ini juga disakralkan oleh beberapa orang sebagai tempat istirahat semar. Jadi jangan heran kalau anda akan banyak menjumpai dup, kemenyan, atau sekedar taburan bunga. Seseorang yang belakangan saya ketahui sering berkunjung ke suroloyo ini pun menceritakan betapa ramainya orang berkunjung ketika bulan bulan tertentu dengan tujuan masing-masing.

Menapaki tiap pijakan anak tangga, semakin tinggi, semakin kuat aroma dupa yang dinyalakan oleh pengunjung lain. Untuk mencapai puncak, kita harus menaiki sekitar 290 anak tangga dengan kemiringan yang cukup ekstrem. Lelah dan keringat akan sirna begitu kita menapak anak tangga terakhir yang berarti, puncak. Puncak Suroloyo tak begitu lebar, ada satu pendopo kecil yang juga ada satu patung di sisinya...Jika beruntung, kita dapat menyaksikan view  megah borobudur, merapi, merbabu, sindoro, semua akan terlihat dari puncak suroloyo. Sunrise dan sunset pun menjadi bonus jika cuaca mendukung.




Ada yang berbeda ketika kami mencapai puncak hari itu. Seorang wanita paruh baya ditemani seorang pria yang nampaknya jauh terpaut lebih tua dibanding wanita tersebut sedang sibuk dengan sebilah bambu besar dan tali tampar. Awalnya kami takmenghiraukan, perhatian kami sedang terfokus pada panorama alam dari ketinggian yang meskipun sedikit berkabut namun tetap subhanalloh... 
Hingga pada akhirnya naluri manusia ini lebih berbicara ketika pria dan wanita tadi belum juga rampung dengan keruetan simpul tali pada bambu. Melalui obrolan singkat, kamipun mengenal mbak linda dan Badranaya-nya.
Mbak Linda. Wanita dengan rambut di cat coklat gelap itupun bercerita tentang nazarya. Ia memiliki beberapa murid berkebutuhan khusus yang ia asuh di lembaga yang ia dirikan, Badranaya. Beberapa waktu lalu, kondosi anak didiknya terus menurun. Mereka butuh semangat, mereka butuh contoh semangat. Itu yang mbak linda ungkapkan pada kami. Maka bambu dan tali itu menjadi cara bagi mbak linda untuk mengobarkan semangat anak didiknya. Sebuah bendera merah putih akan ia kibarkan di atas puncak Suroloyo. Tanpa perlu berfikir panjang, kami salurkan semangat kami pada mereka. Kami kibarkan semangat kami bersama kibaran sangsaka merah putih diterpa angin suroloyo.






Kami belajar sebuah pengorbanan, perjuangan, dan yang pasti pengabdian. Betapa "wahai"nya jika setiap guru  entah itu dalam konteks apapun mau berkorban demi anak didiknya, memberi contoh, memberi teladan dengan begitu baiknya. Negeri ini rindu pengorbanan tanpa pamrih, sebuah komitmen terhadap profesi...
Dear adik-adik di Badranaya, Banggalah kalian memiliki seorang guru yang luar biasa. Bersemangatlah.. hari esok akan indah menemui kita...! 

all pictures are original PHARMATOGRAPHY

No comments:

Post a Comment