Sugeng rawuh... Selamat datang... Ahlan wa sahlan... Welcome...

Monday, June 24, 2013

ORANG BILANG SAYA SOK-SOK-AN? MEMANG!

Beberapa hari yang lalu teman saya bercerita, ada orang yang ngatain saya sok-sok-an. Tau kan apa itu sok-sok-an? Agak susah mencari kata baku atau sinonimnya, tapi intinya tindakan sok-sok-an itu semacam belagak. Yah begitulah.
No. Tentu saja saya setuju dengan apa yang teman saya bilang. Saya akui saya sering sok-sok-an. Sok bisa, sok ahli, sok penting. KENAPA????? Ya karena saya mau jadi sok beneran. Nggak mudheng? Gini analoginya. Anda kenal apa itu mobil-mobilan dan apa itu mobil betulan? Got it!
Ketika saya sok-sok-an terhadap suatu hal, fotografi misalnya. Jujur saya sok-sok-an urusan fotografi. Saya kenal kamera DSLR sejak SMA, dan sejak itu pula saya sok-sok-an karenanya. Salah satu bentuk sok-sok-an saya adalah membubuhkan kata “ndoet photography” di tiap foto yang saya hasikan. Entahlah, bangga sekali dulu rasanya. Meskipun akhirnya saya sadar. Baca deh tulisan saya yang ini. Baiklah, ketika saya sudah merasa sok tau tentang fotografi (misalnya) saya jadi mempunyai beban moral dan sosial terhadap ke-sok-sok-an saya. Beban itu timbul karena orang disekitar saya mengira saya sudah expert minimal banyak tahu tentang fotografi. Nah beban itupula yang mendorong saya cari tahu apa itu fotografi, sejarahnya, tekniknya, permainannya, majalahnya, komunitasnya, pengolahan fotonya, tokohnya, hingga mengantarkan saya mengenal mas tumijo seorang master servis kamera dari bantul. Satu per satu saya pahami dan jadilah saya tahu. Meskipun sampai sekarang saya belum punya kamera sendiri, beberapa teman percaya kameranya saya pegang, bahkan beberapa event meminta saya mendokumentasikan, dan tentunya banyak teman meminta saya mengabadikan banyak momen mereka. Saya puas? Belum. Saya masih sok-sok-an dengan dunia foto. Biar saja orang biang apa, berfikir terserah saja, dan bertindak suka-suka. Yang penting sok-sok-an saya bukan sok-sok-an biasa. Saya punya visi jelas dengan tabiat tidak menyenangkan itu.

Jadi kalau mau menghina saya sok-sok-an, sorry itu bukan hinaan. Itu justru pacuan bagi saya untuk menjadi SOK beneran. (Nurul)

No comments:

Post a Comment