Skip to main content

Posts

Showing posts from June, 2013

Spanduk itu (tak) salah cetak !

Jogja. Makin panas dan semrawut. Ada yang bilang tata kota Jogja kalau tidak diperbaharui dari sekarang akan menjadi seperti Jakarta. Ya kan Jogja sama Jakarta emang beda di "Jog"nya aja..... (g penting!) Oke, sistem ngelaju dari rumah ke kampus membuat saya sedikit jadi pengamat. Ya, baru sekedar pengamat. Tapi jangan salah, pengamat itu keren. Sering lihat di TV kan, kasus tertentu pasti akan ada komentar dari pengamat. Profesikah itu? kalau iya, nikmat sekali pasti kerjaannya. Apalagi pengamat film, tiap hari nonton euy! Bukan, bukan itu bahasan tulisan ini. Yang saya amati akhir-akhir ini adalah baliho, poster, spanduk atau apalah yang "pating trempel" di jalanan mulai dari promosi produk, tempat, live concert, dan banyak event. Berbicara tentang event, ada satu event yang sudah agak lama diselenggarakan namun posternya masih bisa dijumpai di beberapa tempat. acara tersebut diselenggarakan di sebuah gedung kebanggaan universitas terkemuka di Jogja. UGM. Sebuah…

She is, Untia Kartikasari Ramadhani

Thanks for your time Untia... :)
Location : Universitas Islam Indonesia All pictures are original PHARMATOGRAPHY



She is, Nailufar Safriani Rahayu

Thanks for your time, Nella.. :)

Location :  Universitas Islam Indonesia All pictures are original PHARMATOGRAPHY

New Look !

Before u read this, I warn you that my English is not pretty good, oke.
Finally, yeah... my blog was renewed with a new header. Its still pictures that I taken from any moment. Here it is...
That big smile picture is Aldy Galih Prayoga. I took that when we joined to Community Assistance Program. Its university program. Turn down to the smaller pictures from left to right are Muhammad Ardiansyah. He was the head of the faculty student executive board. I took that picture when we held MASTA (Masa Taaruf Mahasiswa) its program to welcome the new students. The next picture is Sultan Hamengku Buwono X. He is the governor from Special District of Jogjakarta. That picture was taken when Merapi was erupted on 2010. In that night, Sultan gave information about the situation of Merapi to journalist. I joined the meeting though i'm not a journalist yet :-)  The two next picture is Muhammad Fuady and ARTSI fire. He's like a brother for me. He always help me produce something that i need f…

Wis, sudah... (last photos)

Location: Ratu Boko, Klaten, Centre Java.
Photos by: Rachmawati Agustine Machtyas.

GRATIFIKASI A LA MAHASISWA

Judul tulisan ini muncul pada perjalanan saya pulang dari kampus. Hari itu saya menuntaskan urusan S1 saya, menyerahkan skripsi ke dosen pembimbing. Terhitung sangat telat memang mengingat seharusnya skripsi itu diserahkan sebelum wisuda yang mana bukti penyerahan skripsi tersebut dijadikan lampiran dalam dokumen pengajuan yudisium tutup study. Bukti tersebut berupa tanda tangan penyerahan yang alhamdulillahnya beberapa dosen sangat berkenan menandatangani pada revisi terakhir meskipun naskah akhir belum ditangan. Saya katakan alhamdulillah karena langkah ini sangat memudahkan mahasiswa mengingat begitu padatnya jadwal dosen sehingga untuk meminta tanda tangan beliau-beliau pun terasa perlu perjuangan, yakni menunggu. Sering saya melakukan proses menunggu ini selama berjam-jam, bahkan pernah seharian. Biasanya saya akan bawa buku bacaan untuk memroduktifkan waktu.
Bagi mahasiswa yang amanah, bisa dijamin akan menyerahkan naskah akhir skripsi yang telah dijilid cantik ke dosen pembimbi…

ORANG BILANG SAYA SOK-SOK-AN? MEMANG!

Beberapa hari yang lalu teman saya bercerita, ada orang yang ngatain saya sok-sok-an. Tau kan apa itu sok-sok-an? Agak susah mencari kata baku atau sinonimnya, tapi intinya tindakan sok-sok-an itu semacam belagak. Yah begitulah.
No. Tentu saja saya setuju dengan apa yang teman saya bilang. Saya akui saya sering sok-sok-an. Sok bisa, sok ahli, sok penting. KENAPA????? Ya karena saya mau jadi sok beneran. Nggak mudheng? Gini analoginya. Anda kenal apa itu mobil-mobilan dan apa itu mobil betulan? Got it! Ketika saya sok-sok-an terhadap suatu hal, fotografi misalnya. Jujur saya sok-sok-an urusan fotografi. Saya kenal kamera DSLR sejak SMA, dan sejak itu pula saya sok-sok-an karenanya. Salah satu bentuk sok-sok-an saya adalah membubuhkan kata “ndoet photography” di tiap foto yang saya hasikan. Entahlah, bangga sekali dulu rasanya. Meskipun akhirnya saya sadar. Baca deh tulisan saya yang ini. Baiklah, ketika saya sudah merasa sok tau tentang fotografi (misalnya) saya jadi mempunyai beban mo…

Wis, sudah... (lanjutan)

Wisuda. Banyak teman yang secara sengaja memenggalnya menjadi wis-sudah. Wis dalam bahasa jawa bearti sudah. Ya, seperti yang kujelaskan dipostingan sebelumnya, saya sedih tapi juga harus bahagia pada hari yang sama.
Kebahagiaan itu...
with budhe and Mom
with Reza
with ade and fithri
with mae and ana

with Mamo

with Nuna

with miss ginn

with unyil

with iyas

and the others...
Happy Graduation... Welcome S. Farm...

Wis, sudah...

Ya,  akhirnya juni. Bulan yang diakhir mei sangat ku tunggu. Apalagi? Wisuda. Tepat 1 juni, kuncir ini berpindah dari sebelah kiri ke kanan. Sederhana saja, perpindahan kuncir. Namun hari itu tak berjalan sesederhana prosesinya. Ada prosesi lain yang lumrah terjadi namun sering diingkari. Mati. Lepasnya nyawa dari jasad menjadi akhir nafas seseorang. Siapapun itu. Tak peduli dia berkuasa terhadap negeri ini, sebesar apapun kekuasaan seseorang terhadap orang lain, sejatinya ia tidak berkuasa terhadap dirinya sendiri.
Malam dipenghujung bulan mei ini sibuk. Semua dipersiapkan. Baju, sendal, toga, topi, samir. Semua tertata rapi di kamar. Ini jawaban dari omelan ibu supaya tidak ada yang tertinggal. Ibu mana yang tak suka, anaknya akan diwisuda. Akan ada embel-embel gelar dibelakang namanya. Meski sebatas singkatan, tambahan itu adalah bukti perjuangan 4tahunan. Perjuangan mengesampingkan kebutuhan yang tak perlu untuk biaya kuliah. Perjuangan mendapat niai yang sesuai dengan persyarata…