Sugeng rawuh... Selamat datang... Ahlan wa sahlan... Welcome...

Monday, May 13, 2013

one by one, it'll be done

Ternyata sudah beberapa bulan ini saya tidak produktif. Baru setelah saya melihat film tentang seseorang yang suka sekali ngeblog, saya kembali mengetik blogger.com. Bukan, kemarin bukan karena malas. Hanya waktu yang sedikit terforsir dengan banyak agenda.
Hei, saya sudah pendadaran. Tepat sebulan yang lalu, 13 Maret 2013.
Sidang yang menyenangkan, ditemani sahabat tersayang...

Maaf kawan, cuma bisa bayarin makan siang...

Akhirnya sampai juga ditahapan ini. Setelah sibuk revisi dan yudisium, akhirnya acara mempersiapkan wisuda, dan profesi pun tiba. Menyenangkan. Rasanya legaaaaa...
Daftar wisuda. WISUDA kawan!

So, memulai banyak target baru. Ini pasti akan menyenangkan! Tunggu cerita saya.. :)

Ketika ponakan jatuh sakit...


Dhiya Sarofana. Nama itu tertera dalam daftar pasien rawat inap bangsal Anggrek sebuah RSUD yang terletak di jantung kabupaten yang semakin berkembang, semakin menata diri dengan bangunan bangunan baru yang tinggi. Bangsal Anggrek yang dikhususkan untuk anak itu terletak di lantai dua sebuah bangunan modern. Sangat nyaman bagi anak-anak yang terpaksa harus bermalam disana. Beberapa bagian dinding tertempel wallpaper warna-warni bergambar karakter jagoan atau sekedar pesawat terbang.

Memasuki kamar dengan tiga bed berjajar itu, hati ini dibuat miris. Anak yang baru berusia 2 tahunan itu duduk lemas. Matanya kelu sedikit bengkak. Sisa tangisan beberapa saat yang lalu ketika perawat memberikan suntikan antibiotic. Bronchitis, begitu diagnose dokter bilang.

“Puyaaang…(pulang)”

Beberapa kali kudengar rintihan dengan pengucapan yang belum sempurna. Sang ibu hanya bisa mendekap menenangkan perasaannya berharap dapat menularkan ketenangan itu pada si buah hati. Bagaimanapun bagusnya dekorasi rukah sakit, tetaplah lebih nyaman rumah sendiri. Sesaat kemudian tangisan itu kembali pecah ketika sang suster datang. Ponakan kecilku mampu mengenali seragam kuning gading itu.

“akaaal... (nakal)” Itu katanya. Bibir kecil itu beberapa kali berkata demikian ketika sang perawat mencoba memperbaiki selang infus yang berhasil diserobotnya, memberikan obat melalui nebulasi, atau sekedar mengecek suhu tubuh. Ponakan kecil, semoga ini tidak menjadi trauma buatmu nak…

Melihatnya tertidur nyenyak setelah beberapa saat heboh dengan alat nebulasi membuat tenang. Boneka yang kubawa kuletakkan disekelilingnya. Berharap ketika ia terbangun ia merasa nyaman, tak peduli dengan lilitan infuse di tangannya…

Cepat sembuh ponakan sayang… rindu dengan "kenakalan"mu...