Sugeng rawuh... Selamat datang... Ahlan wa sahlan... Welcome...

Friday, February 1, 2013

Smartphone isn't always for smart people


Orang dulu mengatakan, malu bertanya sesat dijalan. Tapi jaman smartphone seperti sekarang, banyak bertanya justru memalukan.
Bukan tanpa alasan saya mengatakan demikian. Beberapa minggu ini saya mengamati beberapa akun media social yang mengatasnamakan kota Yogyakarta. Bisa dicek di [at]JogjaUpdate, atau [at]jogja24jam. Beberapa model pertanyaan yang masuk ke akun tersebut memperlihatkan betapa si akun penanya kurang melek teknologi. Pertanyaan itu semacam,
“makanan yang delivery selain KFC apa ya?”
“les gamelan di jogja dimana ya?”
“Yang jual coklat jago dimana ya?
“yang jual mantel baju/celana yang bagus dimana ya?”
Bukan meremehkan, namun bukankan pertanyaan semacam itu sangat mudah dicari jawabannya?! Tidak terbayang bagaimana admin dari akun tersebut membaca setiap mention yang masuk dengan pertanyaan sejenis itu. Baiklah, maju pesatnya teknologi yang juga turut menciptakan smartphone entah iPhone, blackberry, maupun rangkaian produk android telah mengenalkan sistem search engine jauh sebelumnya. Sebut saja google yang saking “merakyatnya” hingga kata “googling” masuk dalam  kamus Concise Oxford. Dari satu mesin pencari itu kita dapat menemukan jutaan informasi yang dibutuhkan. Betapa manusia ini dimudahkan dengan teknologi.
Justru karena terlalu dimudahkannya manusia melalui teknologi, menimbulkan kemalasan dalam berfikir. Terkesan malas berusaha mencari informasi yang dibutuhkan, malas melakukan riset, malas berusaha akhirnya pertanyaan pertanyaan yang semacam contoh di atas dengan mudah di share.
Mungkin banyak yang kurang setuju dengan tulisan ini, saya maklumi. Kita memliki standart pola hidup masing-masing. Namun buat saya, ada tahapan yang bisa dilakukan seseorang sebelum bertanya. Contoh saja, seminggu yang lalu saya dan beberapa teman merancang perjalanan ke goa pindul dengan berpedoman sebuah blog. Mulai dari jalur menuju lokasi, harga sewa mobil, tips berwisata di goa pindul, biaya masuk, siapa pemandunya, dan lain-lainnya saya temukan jawabannya di banyak blog. Ketika sudah berada di lokasi, semua informasi yang saya kumpulkan memang benar adanya sehingga planning kami tepat sasaran dan justru bisa menggali informasi yang lebih dalam lagi tentang lokasi.
Jadi, kenapa harus sedikit-sedikit bertanya kalau itu hanya menunjukkan kebodohan manusia dalam menggunakan teknologi. Percuma berponsel Smartphone kalau yang menggunakan tidak smart! So,  bertanyalah sesuai kebutuhan.

No comments:

Post a Comment