Skip to main content

Posts

Showing posts from December, 2012

She is, RACHMAWATI AGUSTINE MACHTYAS

Traditional dance is seems like another art working... Its compound of majesty, enchantmen, beauty, and many others...
black...
and white...
Talent : Rachmawati Agustine Machtyas
at Borobudur Tample, Centre of Java.
Original PHARMATOGRAPHY

We called it, soulmate...

She is, SYIFA ROHMAH TAQORINA

she always cheers me up...

"journalist" on duty... (part II)

so long mbah marijan...

kebijakan yang "MORAT - MARIT"

Melahirkan, adalah sebuah proses yang tidak biasa. Ada tawar menawar kehidupan, tarik ulur kematian, dan pertaruhan nyawa di dalamnya. Untuk itulah, Alloh "meletakkan" surga di bawah telapak kaki ibu... Subhanalloh... Skenario Tuhan itu berawal dari nyeri hebat tiap 15 menit sekali, hingga continue di bagian perut (rahim). Kernyitan dahi itu terus menerus terbentuk, disertai erangan lirih serta cengkeraman erat di lengan sang suami. "Sakit Ayah..." Pasien itu tergeletak di salah satu bangsal di sebuah rumah sakit daerah di ujung kota DI Yogyakarta. Kamar kelas 2 yang disulap menjadi kelas 3 karena membeludaknya pasien bersalin/ melahirkan. Tak mengherankan jika kejadian seperti itu terjadi, pasalnya baru - baru ini masyarakat diayem-ayemi dengan sebuah jaminan kesejahteraan sosial khusus untuk ibu melahirkan yang diberi nama : JAMPERSAL (Jaminan Persalinan). Apa dan bagaimana Jampersal ini??? Menurut beberapa sumber informasi yang saya kumpulkan, jampersal ini dila…

Klinik Baru Mas Tumijo...

Pernah saya tuliskan seseorang yang bernama mas Tumijo. Hari ini, saya kembali berkunjung ke rumah beliau. Saya masih ingat, terakhir kali saya berkunjung waktu itu Ny. Tumijo dengan ramah menyuguhkan segelas teh. Teh yang sangat nikmat ditengah hujan sore itu.

Halaman belakang rumah mas tumijo sudah berbeda. Bangunan baru yang lebih modern. Ada teras kecil di depannya. Meskipun masih sekitar pukul 9, halaman itu telah diparkiri dua motor. Meskipun begitu, mas tumijo menyempatkan menengok dan memersilahkan saya masuk.
"Lama nggak kesini mbak?" Begitu sapaan mas tumijo. Sebuah sapaan yang mengisyaratkan beliau tidak lupa dengan saya.
Sempat saya mengedarkan pandangan ke sekitar. Ruagan sempit yang dulu terisi etalase yang dipenuhi dengan kamera itu sudah tak terlihat. Digantikan satu meja khas resepsionis didalam ruangan yang disetting semacam ruang tunggu. Jauh lebih lengang dan nyaman. Ya, jadi semacam klinik pengobatan dengan mas Tumijo sebagai dokternya.

Dengan cekatan m…