Sugeng rawuh... Selamat datang... Ahlan wa sahlan... Welcome...

Tuesday, November 20, 2012

Bukan warnaku.


Sore itu aku melihat dress berwarna peach dengan hiasan manik-manik yang dengan indahnya membentuk ornament bunga dan beberapa ukiran. Warnanya menawan, perpaduan dari gold, merah, hijau, silver, dan beberapa warna lain yang atraktif. Cantik. Pelayan toko itu mendekat. Mmungkin ia sadar telah agak lama aku terpaku pada dress itu. Ya, cukup lama. Dengan kesopanan standart SOP department store itu, ia menyapa. Berujar banyak hal tentang produk di depanku. Tentang ukuran lain yang kiranya muat untukku, tentang pilihan modelnya, dan lain sebagainya. Professional. Tak banyak tanggapan yang kulontarkan.

“Gaun yang bagus, tapi ini bukan warna saya…”

Shit dejavu. Kejadian itu muncul kembali ke memori otakku setelah melihat trailer sebuah film. Film yang berlokasi shooting di korea. Agak heran, akhir-akhir ini banyak sekali sinetron atau film yang berkiblat ke sana. Padahal tempat di Indonesia masih banyak yang jauh lebih menawan, sayangnya belum terpromosikan dengan baik. Dialognya pun hampir sama. Wanita dalam film itupun berkata pada teman disampingnya, bahwa itu bukan warna untuknya.

Warna. Satu komponen penyumbang keindahan dunia yang justru menjadi sentral dari keindahan itu. Bayangkan saja dunia versi black and white. Suram. Mungkin seperti itu pula tanggapan orang tentang manusia yang gemar dengan satu dua warna. Manusia suram. Boleh lah aku tertawa sinis dan mengatakan dengan bijak bahwa warna mencerminkan kepribadian. Hitam. Selalu kukatakan pada kawanku, hitam itu warna yang berkarakter kuat, berprinsip. Tanggapan mereka pun tetap sama, kusam. Kesukaan pada hitam adalah sebuah proses yang mendewasakan. Proses pendewasaan yang alamiah dialami setiap manusia menuju usia matangnya. Ingat, tua itu pasti namun dewasa itu pilihan. Tergantung manusianya akan memilih menjadi dewasa atau hanya stag pada satu point kehidupan yang nyaman tanpa pembelajaran. Push into the limit, orang Barat mengatakannya demikian. Hitam menyimpelkan sebuah kehidupan yang rumit. Introvert. Bukankan tingkat kesempurnaan itu juga berwarna hitam? Ketika semua warna dicampurkan, dia akan menjelma menjadi hitam. Sabuk tertinggi dalam pencak silat juga hitam.

So, it’s a perfection.

No comments:

Post a Comment