Sugeng rawuh... Selamat datang... Ahlan wa sahlan... Welcome...

Sunday, November 18, 2012

Brotherhood (part 1)


Tak ada jalan mulus yang kami lewati. Aspal rusak di sana-sini. Memperparah jalanan yang menanjak, menurun, berkelak-kelok semau si pembuatnya. Namun semuanya sebanding dengan view yang disajikan Tuhan. Terasiring di sepanjang perjalanan, bunga-bunga liar yang mulai semi setelah tersiram air hujan, dan senyum ramah warga yang kami lewati.

terasiring

First destination…

Petunjuk arah yang dibuat oleh mahasiswa KKN sebuah universitas swasta itu sangat membantu. Curug. Mungkin akan lebih familiar dengan istilah air terjun. Water fall. Terletak di sebuah desa Sumoroto, Sidoharjo, curug itu tak banyak dikenal orang. Ibaratnya masih perawan. Motor kami parkirkan di rumah Bapak Dukuh yang waktu itu tak berada di rumah. Menuju curug yang berjarak kurang lebih 500 meter dari kami memarkirkan motor, kami berjalan kaki. Jangan dikira sudah ada jalur khusus yang dibuat nyaman, akses menuju curug hanya jalan tanah yang berbatu, naik, turun, berbatu lagi. Bahkan tidak ada petunjuk harus berbelok kanan atau kiri. Maka, sepenuhnya kami patuh pada feeling. 500 meter yang cukup ngos-ngosan. Saat seperti inilah, akan terlihat siapa yang rajin berolahraga, siapa yang tidak. Sayangnya, saya termasuk kategori kedua.

Lelah menyusuri jalan menuju curuk yang sempat pula kami tersasar itu tidak terbayar lunas. Curug kering. Hujan beberapa hari yang lalu belum cukup mengembalikan kehidupan si curug. Tak apa, karena kami masih sempat berfoto di sekitarnya. Bayaran atas kelelahan itupun sedikit terlunasi. Keringnya curug itu kami jadikan satu alasan untuk kembali lagi lain suatu saat nanti. Harus!
Bunga liar
Kering



Thats my brother!

No comments:

Post a Comment