Sugeng rawuh... Selamat datang... Ahlan wa sahlan... Welcome...

Monday, September 3, 2012

Kami (sepertinya) telah dewasa...


Bunyi “Tuutt tuuutt….” Diikuti nyala lampu LED putih di ponsel saya menandai masuknya satu message dari WhatsApp. WhatsApp baru-baru ini menjadi aplikasi yang sangat asyik, semacam chating namun tak memerlukan akun. Cukup dengan nomor ponsel saja. Pesan itu datang beruntutan, jarang sekali seperti ini. Ternyata seseorang telah memasukkan saya ke dalam grup komunitas pemuda di desa. Tak banyak member di grup tersebut, namun sebagian besar saya tak mengenalinya. Maklum, vakum bertahun-tahun dari kegiatan pemuda membuat saya “asing”. Kevakuman saya tentunya bukan karena sebuah kemalasan, ada hal lain yang membuat saya merasa seolah-olah ditiadakan akibat sistem. Aahh, sudahlah…
Pesan dari aplikasi yang sama pun masuk,
“Ini aku dek…”
Kata singkat itu mengawali semua hal yang baru dalam hidup saya. Seseorang yang pernah saya masukkan data black list’s friend,atau watchout! Friends, kembali menyapa. Biasa saja awalnya, bercanda tentang banyak hal di sekitar, bercerita kehidupan, dan lainnya. Satu yang menarik, cerita tentang kakak saya.
“Sedekat apa Mas dengan kakak saya?”
That’s the point, bisa diartikan bahwa saya tidak dekat dengan kakak saya untuk urusan satu hal. Hati. Tak pernah mengalir obrolan tentang siapa suka siapa di atara kami. Kaku. But I love the way he loves me…
Beberapa malam yang lalu, ibu pernah bercerita tentang nama seorang gadis. Baru pertama kali ini nama itu masuk ke dalam lingkup keluarga kecil kami. Siapa, dari mana, apa urusannya. Cerita ibu menyimpulkan gadis tersebut menurutnya baik. Sebenarnya, kesimpulan itu dibuat atas dasar pembicaraan telepon selama beberapa menit. Not so bad, kesan pertama…
“Benar, kakakmu sekarang pacaran…”
Saad…kenapa saya harus tahu dari orang lain? Si Teman bercerita banyak hal tentang abangku satu-satunya itu. Mengirimkan beberapa foto si Embak yang belum saya kenal sama sekali. Tak apalah, kakakku sudah dewasa. May be this is the time… Congratz bro!
No metter who’ll be yours, no metter how beautiful she is…
No body can’t replace me in your heart…  Me as your only sister…
… … …


Tuhan telah memasukkan siang ke dalam malam. Sungguh kuasaNya tak terhingga…
Lepas maghrib kami keluar dari parkiran sebuah plaza di Yogyakarta. Film yang kami tonton mengisahkan percintaan yang rumit. Sama rumitnya dengan akhir ceritanya yang ternyata masih bersambung. Hhhmmm, membaca novelnya jauh lebih menyenangkan. Bagaimana tidak, membiarkan imajinasi ini menerawang jauhhhhhhh. Membuat sendiri karakter dari setiap tokohnya, membayangkan setting tempat maupun posisinya… membaca adalah sebah kebebasan tersendiri…
Motor berlist hijau dengan nomor polisi yang tak sempat saya hafal melaju setengah kencang menanjaki jembatan layang. Entah mengapa, tempat yang tinggi selalu menjadi daya tarik sendiri buat saya. Pernah suatu ketika di kampus, saya nekat naik hingga atap masjid kampus (Lt.4) hanya sekedar untuk menikmati gerimis. Saya akui, itu sssaaangat melankolis. Di atas jembatan yang kami lalui, view kota Jogja malam hari terlihat sangat manis. Kerlingan lampu dari setip “plentong” yang dinyalakan warga, secara tidak sengaja membentuk harmoni dengan malam.

“waaaaahh… sukaaa… mas pernah ke bukit bintang?”
“pernah, itu bukit lampu…”

Ya, kami. Saya dan teman black list saya yang telah resmi saya masukkan kembali ke white list. Kami baikan, meskipun tak pernah tahu kapan tepatnya kami musuhan.

“Simpan tanganku, karena besok aku mau tanganmu…”

Teman mengajak saya menonton sebuah film yang sudah ditontonnya. Tanpa tahu apa motivasinya, saya oke saja. Motivasi? Aaah, wanita. Klasik sekali pemikirannya…
Sebenarnya saya bukan seorang pendiam, tapi entah kenapa hari itu saya jadi irit sekali ngomongnya. Sepanjang film diputar, tak ada obrolan. Bodoh sekali, saya menjadi sosok yang membosankan. Menikmati kebersamaan dalam diam?? I never know…

I do waiting… what happen…what is it…
Yes, im a women.. and I play the rule for a women…
Waiting, till someday God give me the truth…

Lagi lagi saya menulis hal yang kurang penting, kebiasaan baru…!!!

No comments:

Post a Comment