Skip to main content

Posts

Showing posts from July, 2012

SUBSIDI NON SUBSIDI

Siang yang terik di tengah antrian Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Warna merah sebagai ciri utama SPBU nasional semakin ngejreng menyilaukan mata. Mungkin suatu saat warna merah itu perlu dirubah menjadi biru atau hijau sehingga ketika terkena sinar matahari, justru akan menimbulkan suasana menyejukkan,  seakan menghadirkan oase di tengah padang pasir... Antrian panjang di siang Ramadhan memang menguji kesabaran. Terhitung sekitar 13 motor mengantre di depan saya untuk membeli rata-rata 10ribu rupiah bensin premium. Belum lagi antrean di samping saya mengingat SPBU ini memliliki 4 pos antrean motor yang berjajar. Jika dilihat sekilas, hampir semua motor yang berjajar adalah keluaran terbaru. Matic, bukan gigi. List dan warnanya pun masih halus. Memang, akhir-akhir ini masyarakat semakin dipermudah untuk mendapatkan 1 unit sepeda motor keluaran terbaru. Cukup dengan fotocpy kartu keluarga, KTP, dan uang muka 300ribu rupiah, satu unit motor matic bisa dibawa pulang. Tentunya…

Sepucuk Surat Lamaran

Jumat 13 Juli 2012 untuk pertama kalinya saya melakukan satu langkah besar dalam hidup saya. Lamaran. Tentunya bukan soal lamaran pendamping hidup, namun lamaran sebuah pekerjaan. Ya, sebuah apotek di daerah Timoho Yogyakarta membuka lowongan untuk AA atau Asisten Apoteker. Meskipun kualifikasi yang disebutkan adalah minimal lulusan Sekolah Menengah Farmasi (SMF), saya tetap saja nekat mengirimnya. Sedikit berharap dan banyak berdoa... Motivasi terbesar saya adalah hidup mandiri tanpa merepotkan orang tua dalam membiayai kehidupan saya, minimal saya harus punya biaya sendiri untuk sekedar "jajan". 22 tahun sudah saya "mengemis" uang orang tua, diberi berbagai modal untuk kehidupan, namun belum bisa saya manfaatkan. Maka, surat lamaran tadi menjadi langkah real saya dalam mewujudkan kemandirian saya. Saya sudah mencobanya, silahkan Tuhan menentukan hasil akhirnya... Wish me luck!!!

Gila jabatan? Maybe..

Terhitung sejak senin, 25 Juni 2012 seorang tetangga saya berubah status sosialnya menjadi kepala desa. Memperoleh kemenangan setelah memenangkan putaran kedua. Seorang bapak berusia 40an tahun dengan 3 orang anak cewek yang masih duduk di bangku SD. Over all, he has good looking, but what 'bout personality? Sebelum terpilih menjadi kepala desa, dia menduduki jabatan ketua RT. Kalau saya boleh jujur, keadaan RT selama kepemimpinannya menjadi amburadul jika dilihat secara kualitatif. Pencitraan, mungkin itu kata yang tepat untuk menggambarkan. Membuat gardu RT yang mewah dengan fasilitas tambahan berupa televisi, penerangan jalan, dll. Warga jelas senang sekali dengan adanya fasilitas tersebut, jelas mereka semakin dimanjakan. Sekilas beberapa hal tersebut sangat berkualitas dan menunjukkan eksistensi dan kehebatan ketua RT dalam mengorganisir warganya, namun dibalik semua itu arogansi seorang pemimpin sangat terlihat. Tampak jelas kepamrihan dalam setiap hal yang dia kerjakan deng…