Sugeng rawuh... Selamat datang... Ahlan wa sahlan... Welcome...

Tuesday, May 22, 2012

KKN, (masih) sebuah cerita... (part 1)

Banyak orang menganggap desa itu buruk, katrok, kuno, dll atas dasar yang tidak jelas. Seperti halnya orang Jogja yang selalu dianggap ndeso dengan kemedhokannya. Namun pernahkah mereka berfikir bahwa orang desa dengan segenap kepolosannya adalah kaum idealis?? Ya, orang desa adalah kaum idealis yang dalam hal ini mereka menjalankan sesuatu sesuai dengan perintah yang mereka dengar, mengungkapkan sesuatu sesuai dengan apa yang mereka lihat...

Inilah hidup...
45 hari berada di Desa Ngemplakseneng, Kecamatan Manisrenggo, Kabupaten Klaten...
Meminjam judul suatu program TV swasta negri ini, saya ibaratkan KKN selayaknya gabungan dari program "Jika Aku Menjadi" (Trans TV) dan "BIG Brother"(ANTV).

Inilah rumah Ibu Kepala Desa, Ibu Sutarmi. Beliau merupakan sosok yang sangat dihormati oleh warga. Rumah beliau yang dijadikan posko tempat kami tinggal termasuk yang termewah dibandingkan rumah lain. Ada satu cerita tentang penghormatan masyarakat tehadap Ibu. Ketika berlangsung program KKN se-desa, masyarakat yang datang tidak mau absen dan masuk ke dalam ruangan. Mereka yang telah datang memilih menunggu di luar. Ketika Ibu datang dan absen, barulah mereka mau menyusul absen dan masuk dalam ruangan. Sederhana, tapi sangat bemakna...


Bapak Adiyono, Kepala Dusun I.
Sejak awal kedatangan kami ke wilayah Dusun I, atmosfer kekeluargaan itu sungguh sangat terasa. Ibu Adiyono dengan sepenuh hati menjabat tangan kami satu persatu kemudian mengeluarkan segala hidangan yang mereka punya untuk kami. Tak terhitung lagi berapa kali kami berkunjung untuk sekedar koordinasi maupun meminta bantuan pada Bapak, sebanyak itulah Bapak dan Ibu selalu membuka lebar pintu rumah mereka untuk kami. Satu hal yang akan selalu kami ingat ketika kami berpamitan, Ibu sedikit terisak dan mengatakan "Besok kesini lagi ya Mbak, Mas..."

.
.
.
.
(to be cntinued)

Monday, May 21, 2012

Keluarga Baru... IKLIM MIPA

Siang itu,  ada sms masuk ke ponsel saya. Menanyakan kesediaan saya untuk ikut kongres Ikatan Lembaga Legislatif Mahasiswa MIPA se Jogloseto (IKLIM MIPA) di Universitas Diponegoro, Semarang. Bingung. Antara bersedia atau tidak. Alasan kebingungan saya, pertama karena loong weekend jadi kemungkinan besar keuarga ngumpul bareng, dan alasan yang tak logis adalah malas. Namun semuanya menjadi terang dan yakin berangkat setelah pleno DPM FMIPA yang memutuskan untuk semua akan beragkat. Holiday! Fikirku saat itu. Beberapa hari kemudian, panitia kongres mengonfirmasi biaya naik, teman kami yang berencana meminjamkan mobilnya pun mengonfirmasi kalau mobilnya di Bandung dan tidak bs dipakai. So, pada akhirnya setelah ketidak pastian tentang keberangkatan, saya dan satu rekan saya Hasan mewakili DPM FMIPA ke kongres. Tanpa modal pengetahuan tentang ke-IKLIM-an, kami "bersidang" dan sedikit merubah AD/ART. Nama IKLIM MIPA seJogloseto pun kami rubah menjadi IKLIM MIPA.

Tiga hari menapakkan kaki di Universitas Diponegoro, bertemu dengan mahasiswa dari universitas yang berbeda dengan sistem kepemerintahan kampus yang berbeda, semakin memperlebar mata saya tentang keorganisasian...

 Jalan pagi...

 Boulevard UNDIP

 Rahmat (UNY) Hasan (UII)

 Tarias (UII)

 UII vs UNS

 UII vs UGM

Meet some new friends....




















Special thanks to my Airwalk...

Wednesday, May 16, 2012

Merasakan Jadi Pembicara.. ^^

Senin, 14 Mei 2012 kemarin untuk pertamakalinya saya didaulat untuk menjadi pembicara di Latihan Kepemimpinan I yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Farmasi.
Pertanyaannya adalah, How does it's feel???
Berbicara di depan umum mungkin sudah lumayan sering saya lakukan, namun untuk menyampaikan sebah materi (jujur) ini baru pertama kalinya. Saya berbicara sebagai komisi I DPM FMIPA UII yang menyampaikan tentang keroranisasian di UII serta materitentang Ke UII an. Secara umum materi berisi tentang sejarah uii yang jarang disampaikan, keorganisasian, dan motivasi. Thanks God, semua antusias!! Dalam menyampaikan materi,saya dibantu oleh Tarias Rahayu yang juga rekan saya di DPM FMIPA UII.
Mungkin, bagi sebagian orang hal semacam ini biasa saja... namun bagi saya hal ini semacam tahapan dari pencapaian kualitas hidup yang lebih baik lagi. Ketika kita dapat memberikan sesuatu yang insya alloh bermanfaat bagi orang lain meskipun hanya melalui omongan...
Suksess untuk HIMFA !!!