Sugeng rawuh... Selamat datang... Ahlan wa sahlan... Welcome...

Wednesday, January 25, 2012

REMEDIASI, kebijakan atau pembacokan?!!

Selasa 24 Januari 2012. Betapa kecewanya saya dengan sistem di universitas saya. Dua hari sebelumnya, yaitu pada tanggal 22 Januari 2012 merupakan hari terakhir pengisisan KRS untuk remedi semester ganjil. Ada beberapa aturan yang sebenarnya tergolong belum matang untuk dijalankan terkait pelaksanaan remedi. Aturan yang dibuat sbb:
1. Key in remediasi dimulai dari tanggal 20-22 januari 2012.
2. Pembatalan dilakukan secara manual dari tanggal 24-26 januari 2012
3. Tidak ada revisi bagi mahasiswa setelah melewati masa key-in, yang ada hanyalah pembatalan.Pembatalan remediasi berlaku bagi mata kuliah yang nilainya sudah keluar ataupun yang belum keluar.
4. Pembayaran SKS mata kuliah yang diremediasikan dimulai dari tanggal 24-26 januari.
5. Ujian Remediasi akan dilaksanakan mulai dari tanggal 30 januari 2012.

Ya, sekilas tidak ada yang salah dengan aturan tersebut, namun pada pelaksanaannya banyak sekali "embel-embel" yang disertakan pada peraturan di atas.

1. Memang benar key-in remediasi dilaksanakan pada tangga 20-22 januari 2012. Pihak jurusan menjanjikan bahwa key in akan dimulai pada pukul 09.00 hingga 22.00 WIB. Tidak ada aturan tertulis yang menyebutkan pukul 22.00 WIB merupakan waktu akhir key-in namun dengan sangat jelas Ketua Jurusan mengatakan hal demikian. Sekarang, apa yang terjadi kemudian????!!!!!!!! Pada hari minggu 22 januari 2012, pukul 21.20 WIB sudah tidak bisa melakukan key in. Tentunya ini sangat merugikan untuk mahasiswa yang melakukan key in dengan mempertimbangkan nilai mata kuliah. Padahal saat itu dari total 9 mata kuliah, baru keluar niali untuk 2 mata kuliah. Kalaupun harus gambling memilih mata kuliah yang akan diambil, bisa jadi merugikan karena pembatalan mata kuliah secara manualpun mendapat tambahan aturan.
2. Pembatalan dapat dilakukan secara manual. Terkesan melegakan. Apalagi bagi mahasiswa yang "sabodo teuing" mengambil semua mata kuliah untuk diremidi dan berencana akan menghapus mata kuliah yang nilainya sudah dirasa puas (saat key-in belum semua nilai keluar sehingga dari pihak jurusanpun menyarankan semua mahasiswa mengambil semua mata kuliah yang diambil di semester reguler untuk di remedi). Tepatnya 24 Januari 2012, imbuhan peraturanpun muncul ! Batas nilai yang menjadi persyaratan pembatalan adalah A/B. Jadi, ketika nilai kita B tidak dapat dilakukan pembatalan. Satu hal yang harus diperhatikan yaitu KEPUASAN MASING2 ORANG ITU BERBEDA!!!
3. Uang menjadi barang yang sangat sensitif untuk dibicarakan. Apalagi ketika nilai mata kuliah belum keluar dan sudah terlanjur mengambil mata kuliah banyak, tentunya tidak akan bisa ditari kecuali nilai memenuhi persyaratan pembatalan. So, kemana larinya uang tersebut? Satu SKS di ujian remidiasi dihargai Rp 26.500,- yang hingga saat ini belum ada pihak yang menjelaskan rinciannya. Menjadi masalah ketika mahasiswa tersebut telah puas dengan nilai yang keluar terlambat dan tidak mengikuti ujian (meski sudah key-in dan bayar), bisakah itu disebut risiko????!!!!! Miris....

So, sekali lagi, kenapa selalu mengorbankan mahasiswa?! Sebagai seseorang yang mengemban amanah di Dewan Perwakilan Mahasiswa, saya sudah mencoba yang terbaik. Mencoba audiensi, audiensi, dan audiensi... tapi tetap saja sistem remidial masih saja dipaksakan untuk ditelan meskipun masih sangat mentah!

No comments:

Post a Comment