Sugeng rawuh... Selamat datang... Ahlan wa sahlan... Welcome...

Wednesday, November 30, 2011

Anda demam? Swamedikasi yuk!

Swamedikasi atau pengobatan sendiri menurut definisi WHO merupakan aktivitas yang dilakukan individu, keluarga, dan masyarakat dengan tujuan meningkatkan kesehatan, mencegah penyakit, membatasi penyakit, dan memulihkan kesehatan. Aktivitas ini dapat diawali oleh individu itu sendiri atau direkomendasikan oleh tenaga kesehatan profesional. Sementara itu, peran pengobatan sendiri adalah untuk menanggulangi secara cepat dan efektif keluhan yang tidak memerlukan konsultasi medis, mengurangi beban pelayanan kesehatan pada keterbatasan sumber daya dan tenaga, serta meningkatkan keterjangkauan masyarakat yang jauh dari pelayanan kesehatan.

Pengobatan sendiri adalah penggunaan obat oleh masyarakat untuk tujuan pengobatan sakit ringan (mild illnesses), tanpa resep atau intervensi dokter. Pengobatan sendiri dalam hal ini dibatasi hanya untuk obat-obat modern, yaitu obat bebas dan obat bebas terbatas. Keuntungan pengobatan sendiri menggunakan obat bebas dan obat bebas terbatas antara lain; aman bila digunakan sesuai dengan aturan, efektif untuk menghilangkan keluhan (karena 80% keluhan sakit bersifat self-limiting), efisiensi biaya, efisiensi waktu, bisa ikut berperan dalam mengambil keputusan terapi, dan meringankan beban pemerintah dalam keterbatasan jumlah tenaga dan sarana kesehatan di masyarakat.

Demam bukan merupakan suatu penyakit, tetapi hanyalah merupakan gejala dari suatu penyakit. Suhu tubuh normal adalah 370C. Apabila suhu tubuh lebih dari 37,20C pada pagi hari dan lebih dari 37,70C pada sore hari berarti demam. Kenaikan suhu 380C pada anak di bawah lima tahun dapat menimbulkan kejang dengan gejala antara lain: tangan dan kaki kejang, mata melihat ke atas, gigi dan mulut tertutup rapat, serta penurunan kesadaran. Keadaan demikian segera ke dokter.

Gejala-gejalanya meliputi:

- Kepala, leher dan tubuh akan terasa panas, sedang tangan dan kaki dingin

- Mungkin merasa kedinginan dan menggigil bila suhu meningkat dengan cepat

Demam umumnya disebabkan oleh infeksi dan non infeksi. Penyebab infeksi antara lain kuman, virus, parasit, atau mikroorganisme lain. Contoh : radang tenggorokan, cacar air, campak, dan lain-lain. Penyebab non infeksi antara lain dehidrasi pada anak dan lansia, alergi, stres, trauma, dan lain-lain.

Hal Yang Dapat Dilakukan

- Istirahat yang cukup.

- Minum air yang banyak.

- Usahakan makan seperti biasa, meskipun nafsu makan berkurang.

- Periksa suhu tubuh setiap 4 jam.

- Kompres dengan air hangat, air hangat akan melebarkan pori-pori sehingga panas akan lebih mudah keluar. Hati-hati jika menggunakan air dingin! Air dingin akan menutup pori-pori sehingga panas akan tetap di dalam tubuh, akibatnya dapat memperparah kondisi.

- Hubungi dokter bila suhu sangat tinggi (diatas 38oC), terutama pada anakanak.

Petunjuk penggunaan termometer :

- Kocok termometer sebelum mengukur sampai air raksa turun di bawah tanda 35oC

- Termometer ditaruh di bawah lidah selama 1 menit atau di bawah lipatan lengan (ketiak) selama 4 menit pada orang dewasa dan anak-anak. Suhu normal di bawah lipatan lengan (ketiak) adalah 36,5 oC. Untuk mendapatkan suhu yang setara dengan suhu mulut, tambahkan 0,5 oC pada suhu yang terbaca.

- Cuci termometer sebelum dan sesudah dipakai.

Kapan harus ke dokter???

- Bila seorang bayi menderita panas

- Bila demam lebih dari 39 oC (pada anak-anak 38.5 oC) dan tidak bisa turun dengan parasetamol atau kompres.

- Bila demam tidak berkurang setelah 2 hari.

- Bila demam disertai dengan kaku leher.

- Bila disertai gejala-gejala lain yang berkaitan dengan demam seperti : ruam kulit, sakit tenggorokan berat, batuk dengan dahak berwarna hijau, sakit telinga, sakit perut, diare, sakit bila buang air kecil atau terlalu sering buang air kecil, bintik-bintik merah pada kulit, kejang, pingsan

- Bila terjadi demam setelah melahirkan atau keguguran


Obat yang dapat digunakan untuk mengatasi keluhan demam yaitu:

Parasetamol/Asetaminofen

Kegunaan obat: Menurunkan demam, mengurangi rasa sakit

Hal yang harus diperhatikan: Dosis harus tepat, tidak berlebihan, bila dosis berlebihan dapat menimbulkan gangguan fungsi hati dan ginjal, sebaiknya diminum setelah makan, hindari penggunaan campuran obat demam lain karena dapat menimbulkan overdosis, hindari penggunaan bersama dengan alkohol karena meningkatkan risiko gangguan fungsi hati, konsultasikan ke dokter atau Apoteker untuk penderita gagal ginjal.

Kontra Indikasi ; obat demam tidak boleh digunakan pada penderita gangguan fungsi hati, penderita yang alergi terhadap obat ini, pecandu alkohol

Bentuk sediaan ; Tablet 100 mg, Tablet 500 mg, Sirup 120 mg/5ml

Aturan pemakaian

Dewasa : 1 tablet (500 mg) 3 – 4 kali sehari, (setiap 4 – 6 jam)

Anak 0 – 1 tahun : ½ - 1 sendok teh sirup, 3–4 kali sehari (setiap 4 – 6 jam)

1 – 5 tahun : 1 – 1 ½ sendok teh sirup, 3 – 4 kali sehari (setiap 4 – 6 jam)

6-12 tahun : ½ - 1 tablet (250-500 mg), 3 – 4 kali sehari (setiap 4 – 6 jam)



Thursday, November 24, 2011

APOTEKER itu makhluk yang mana sih??

Berawal dari rasa geli saya mendengar cerita seorang teman ketika dia bertanya kepada anak SD di pusat kota Jogjakarta;

Adek adek, besok kalau besar pengen jadi apa?

Guru, polisi, dokter, astronot, presiden, tentara, penyanyi, dll

Intinya, tidak satupun dari mereka yang menyebutkan ingin menjadi Apoteker. Se'culun' itukah seorang apoteker hingga tak mendapat secuil memoripun di otak anak-anak itu? Belum selesai kegelian saya, ada satu kejadian lagi yang akan membuat semua mahasiswi (khusunya) dilanda dilema berat,

Adek adek ada yang tahu Apoteker nggak?

(satu bocah yang belakangan diketahui Mamanya adalah seorang apoteker menjawab) tahu, apoteker itu ISTRInya dokter.

Disatu sisi, hati ini jelas meng-amin-i, namun disisi lain sungguh sangat memprihatinkan.... Sangat berbanding terbalik dengan kondisi di belahan bumi lain, khususnya di daerah eropa, yang mana Apoteker/ pharmacist merupakan profesi yang sangat di'agung'kan oleh masyarakat dan menduduki lima besar profesi yang di'gemar'i masyarakat. Ya, realita tetap realita... Di negeri tercinta ini maupun dibelahan bumi manapun juga, harus ada action untuk mengubah sebuah keadaan... Tanpa hal tersebut, hanya akan menjadi NOL BESARRR!!!!

... sebenarnya apa sih APOTEKER itu????

sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 51 tahun 2009, APOTEKER adalah sarjana farmasi yang telah lulus sebagai Apoteker dan telah mengucapkan sumpah jabatan Apoteker. Mudahnya, Apoteker adalah orang yang mengerjakan pekerjaan kefarmasian meliputi pembuatan termasuk pengendalian mutu Sediaan Farmasi, pengamanan, pengadaan, penyimpanan dan pendistribusi atau penyaluranan obat, pengelolaan obat, pelayanan obat atas resep dokter, pelayanan informasi obat, serta pengembangan obat, bahan obat dan obat tradisional.

Setelah tahu siapa Apoteker itu, apa peduli Anda?

Bisa dikatakan, Anda juga menjadi faktor penentu sekaligus pengawas langsung atas kinerja seorang Apoteker, terutama seorang apoteker yang bekerja di komunitas seperti di apotek. Hal yang wajib Anda tanyakan ketika mengunjungi sebuah apotek adalah:
1. Tanyakan ada tidaknya Apoteker yang bertugas saat itu.
Perkumpulan Apoteker yang tergabung dalam Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) menerapkan sistem "No Pharmacist No Services", artinya pelayanan kefarmasian HANYA akan dilaksanakan ketika ada seorang apoteker disana. Jika dalam konteks Apotek, sebuah Apotek HANYA boleh buka jika ada Apoteker yang bertugas disana. Jadi, ketika Anda berkunjung ke sebuah apotek dan hanya ada pelayan atau kasir yang meskipun mereka telah terbiasa dengan obat, sebaiknya Anda berpindah ke apotek lain. Jangan berfikir masa bodoh dengan hal sepele tersebut, karena Anda harus mengingat bahwa peran Anda untuk menertipkan hal tersebut sangatlah besar.
2. Mintalah informasi sebanyak-banyaknya tentang obat yang Anda beli terkait cara penggunaan, dosis, penyimpanan, efek samping yang mungkin terjadi, pantangan selama menggunakan obat tersebut, dan sampai kapan obat tersebut digunakan. IDEALnya, tanpa Anda pertanyakan, seorang Apoteker yang baik akan menginformasikan hal tersebut. Ingat, OBAT ADALAH RACUN!

Sejauh ini, sudah terbukakah hati Anda untuk meletakkan Apoteker di salah satu sudutnya?????

Wednesday, November 23, 2011

Tetes Mata Tetrasiklin HCl

I. TUJUAN

1. Mahasiswa mampu membuat sediaan salep mata Tetrasiklin HCl.

2. Mahasiswa mampu melakukan evaluasi terhadap sediaan salep mata Tetrasiklin HCl.

3. Mahasiswa mampu membuat kemasan sekunder, brosur, dan etiket.

II. FORMULASI

1. Formula standar

CHLORTETRACYCLINI OCULENTUM

Salep Mata Klortetrasiklina

162

Komposisi. Tiap g mengandung:

Chlortetracyclini Hydrochloridum 10 mg

Oculentum simplex hingga 1 g

Penyimpanan. Dalam wadah tertutup rapat atau dalam tube, terlindung dari cahaya.

Dosis : 2 sampai 3 kali sehari, dioleskan.

Catatan.

1. Oculentum simplex terdiri dari:

2,5 g setilalkohol, 6 g lemak bulu domba, 40 g parafin cair dan vaselin kuning hingga 100 g. Disterilkan dengan cara sterilisasi D.

2. Dibuat dengan cara teknik aseptik.

3. Pada etiket harus juga tertera: Daluwarsa(1).

2. Formula Modifikasi

Chlortetracyclini Hydrochloridum ≈ Tetracyclini Hydrochloridum

Tiap 10 gram mengandung:

R/ Tetracyclini Hydrochloridum 0,1 g

Adeps Lanae 0, 59 g

Vaselinum flavum 5,103 g

Parafin cair 3,96 g

Setil Alkohol 0,247 g

III. TANGGUNG JAWAB

1. Nurul Fatimah yang bertanggung jawab atas pelaksanaan prosedur tetap ini.

2. Elviana Noerdianingsih selaku supervisor dalam pelaksanaan prosedur tetap ini.

IV. DEFINISI

Salep mata adalah salep yang digunakan pada mata. Pada pembuatan salep mata harus diberikan perhatian khusus. Sediaan dibuat dari bahan yang sudah disterilkan dengan perlakuan aseptik yang ketat serta memenuhi syarat uji sterilitas. Bila bahan tertentu yang digunakan dalam formulasi tidak dapat disterilkan dengan cara biasa, maka dapat digunakan bahan yang memenuhi syarat uji sterilitas dengan pembuatan secara aseptik. Salep mata harus mengandung bahan atau campuran bahan yang sesuai untuk mencegah pertumbuhan atau memusnahkan mikroba yang mungkin masuk secara tidak sengaja bila wadah dibuka pada waktu penggunaan; kecuali dinyatakan lain dalam monografi atau formulanya sendiri sudah bersifat bakteriostatik(2).

Salep mata, Oculenta, adalah gel dengan perubahan bentuk plastis, yang ditentukan untuk digunakan pada mata. Dari salep mata dituntut, bahwa mereka harus steril atau ekstrem miskin kuman (angka kuman 0) dan tidak merangsang, memiliki daya lekat yang baik pada mata, daya sebar yang memuaskan dan lembut. Mereka harus ditunjang oleh sifat hidrofil tertentu, yang menjamin terjadinya emulsifikasi dengan cairan mata sehingga distribusi dalam kantung konyunktiva menjadi lebih baik(3).

Dasar salep pilihan untuk salep mata harus tidak mengiritasi mata dan harus memungkinkan difusi bahan obat ke seluruh mata yang dibasahi karena sekresi cairan mata. Dasar salep mata yang digunakan juga harus bertitik lebur yang mendakati suhu tubuh. Dalam beberapa hal campuran dari petroletum dan cairan petrolatum (minyak mineral) dimanfaatkan sebagai dasar salep mata. Kadang-kadang zat yang bercampur dengan air seperti lanolin ditambahkan kedalamnya. Hal in memungkinkan air dan obat yang tidak larut dalam air bartahan selama sistem penyampaian(4).

1. Monografi bahan

A. Tetrasiklin Hidroklorida

Rumus molekul : C22H24N2O8.HCl

BM : 444.43

Sinonim : Tetracyclini Hydrochloridum

PH : 3-7

Pemerian : serbuk hablur, kuning; tidak berbau; agak higroskopis. Stabil di udara tetapi pada pemaparan terhadap cahaya matahari yang kuat dalam udara lembab menjadi gelap. Dalam larutan dengan pH lebih kecil dari 2 potensi berkurang dan cepat rusak dalam larutan alkali hidroksida.

Kelarutan : larut dalam air, dalam larutan alkali hidroksida dan dalam larutan karbonat; sukar larut dalam etanol; praktis tidak larut dalam kloroform dan dalam eter.

Penyimpanan : dalam wadah tertutup rapat, tidak tembus cahaya(2).

B. Adeps Lanae

Sinonim : lanolin, cera lanae

Pemerian : massa seperti lemak, lengket, wana kuning; bau khas.

Kelarutan : tidak larut dalam air; dapat bercampur dengan air lebih kurang 2 kali beratnya; agak sukar larut dalam etanol dingin; lebih larut dalam etanol panas; mudah larut dalam eter, dan dalam kloroform.

Titik lebur : antara 38°- 44°

Penyimpanan : dalam wadah tertutup baik, sebaiknya pada suhu kamar terkendali

Fungsi : sebagai zat tambahan/oculentum simplex, untuk memfasilitasi pencampuran air(5).

C. Vaselinum Flavum

Sinonim : petrolatum

Pemerian : massa seperti lemak, kekuningan hingga hampir lemah; berfluoresensi sangat lemah walaupun setelah melebur. Dalam lapisan tipis transparan. Tidak atau hampir tidak berbau dan berasa

Kelarutan : tidak larut dalam air; sukar larut dalam benzena, dalam karbon disulfida, dan dalam minyak terpentin; larut dalam eter, dalam heksana, dan umumnya dalam minyak lemak dan minyak atsiri; praktis tidak larut dalam etanol dingin dan etanol panas dan dalam etanol mutlak dingin

Penyimpanan : dalam wadah tertutup baik

Fungsi : emollien, sebagai zat tambahan/oculentum simplex(5).

D. Setil Alkohol

Rumus molekul : CH3(CH2)14 CH2OH

Sinonim : Alcoholum Cetylicum

Pemerian : serpihan putih licin, granul, atau kubus, putih; bau khas lemah; rasa lemah

Kelarutan : tidak larut dalam air; larut dalam etanol dan dalam eter, kelarutan bertambah dengan naiknya suhu

Titik lebur : antara 45° dan 50°C

Penyimpanan : dalam wadah tertutup baik

Fungsi : sebagai zat tambahan/oculentum simplex, untuk memfasilitasi pencampuran air unuk menghasilkan emulsi minyak dalam air(2)

E. Parafin Cair

Sinonim : Mineral oil, paraffinum liquidum

Pemerian : cairan kental, transparan, tidak berflouroresensi, tidak berwarna, hampir tidak mempunyai rasa

Kelarutan : praktis tidak larut dalam air dalam etanol (95%) P;larut dalam kloroform P dan dalam eter P

Penyimpanan : dalam wadah tertutup baik, terlindung dari cahaya

Fungsi : sebagai zat tambahan/oculentum simplex(5)

V. PELAKSANAAN

Metode: Menggunakan sterilisasi D (Pemanasan Kering)

Sterilisasi D (Pemanasan Kering): Sediaan yang akan disterilkan dimasukkan dalam wadah kemudian ditutup kedap atau penutupan ini dapat bersifat sementara untuk mencegah cemaran. Jika volume dalam tiap wadah tidak lebih dari 30 ml, panaskan pada suhu 150 C selama 1 jam. Jika volume dalam tiap wadah lebih dari 30 ml, waktu 1 jam dihitung setelah seluruh isi tiap wadah mencapai suhu 150 C. Wadah yang tertutup sementara kemudian ditutup kedap(2).

Alat dan Bahan

Bahan

No.

Nama Bahan

Cara Sterilasasi

1.

Sulfanilamid Natrium

Sinar ultra violet

2.

Setilalkohol

oven 400 C, 15menit

3.

Adeps lanae

oven 400 C, 15menit

4.

Paraffin cair

oven 400 C, 15menit

5.

Vasellin kuning

oven 400 C, 15menit

Alat

No.

Nama Alat

Sterilisasi

Keterangan

1.

Kaca arloji

Oven, 150°C, 1 jam

Dibungkus kertas perkamen/aluminium foil

2.

Spatel

Oven, 150°C, 1 jam

Dibungkus kertas perkamen/aluminium foil

3.

Pinset

Oven, 150°C, 1 jam

Dibungkus kertas perkamen/aluminium foil

4.

Pipet

Oven, 150°C, 1 jam

Dibungkus kertas perkamen/aluminium foil

5.

Batang pengaduk kaca

Oven, 150°C, 1 jam

Dibungkus kertas perkamen/aluminium foil

6.

Corong gelas

Autoklaf, 1210C, 15 menit

Dibungkus kertas perkamen/alufoil

7.

Tube

LAF, sinar UV

8.

Gelas beaker

Autoklaf, 1210C, 15 menit

dibungkus kertas perkamen/alufoil

VI. PERHITUNGAN & PENIMBANGAN

1. Perhitungan bahan

A. Tetrasiklin HCl

Untuk 1 g : Tetrasiklin HCl 10 mg = 0,01 gram

Untuk 10 g : Tetrasiklin HCl 100 mg

Total zat tambahan (untuk 1 gram): 1g salep = 1 g – 0,01 g = 0,99 g

B. Adeps lanae

1 g = 6% x 0,99 g = 0,059 g

10 g = 0,059 g x 10 = 0,59 g

C. Parafin cair

1g = 40% x 0,99 g = 0,396 g

10 g = 0,396 g x 10 = 3,96 g

D. Setil alkohol

1g = 2,5% x 0,99 g = 0,0247 g

10 g = 0,0247 g x 10 = 0,247 g

E. Vaselin flavum

10 g – (0,1 g + 0,247 g + 0,59 g + 3,96 g) = 5,103 g

2. Penimbangan bahan

Untuk pembuatan 10 gram

Tetrasiklin HCl = 100 mg + ( 5 % x 100 mg ) = 105 mg = 0,105 g

Zat tambahan = 10000 mg – 105 mg = 9895 mg = 9,895 g

Adeps lanae = 0,59 g + (20% x 0,59 g) = 0,708 g

Parafin cair = 3,96 g + (20 % x 3,96 g) = 4,752 g

Setil alkohol = 0,247 g + (20 % x 0,0,247 g) = 0,296 g

Vaselin flavum = 10 g – (0,105 g + 0,708 g + 4,752 g + 0,296 g) = 4,139 g

4,139 g + (20 % x 4,139 g) = 4,97 g

VII. PEMBUATAN SEDIAAN

Siapkan alat dan bahan

Timbang masing-masing bahan

Sterilkan alat dan bahan di grey area

Pembuatan salep mata dilakukan di daerah aseptis (di LAF)

Campur bahan pembantu yang berupa fase minyak (adeps lanae) dan parafin cair, gerus hingga homogen

Tambahkan fase cair (vaselin flavum + setil alkohol)

Lakukan dalam LAF

Tambahkan zat aktif (tetrasiklin HCl) ke dalam mortir, gerus sambil ditambahkan basis salep, gerus lagi hingga homogen

Tuang kedalam wadah sedikit demi sedikit

Lakukan evaluasi sediaan

VIII. EVALUASI SEDIAAN

a. Pemeriksaan homogenitas

Oleskan salep pada telapak tangan

rasakan ada atau tidak partikel kasar atau menggumpal

b. Pemeriksaan pH

Pemeriksaan ini menggunakan kertas pH indikator.

Oleskan salep pada kertas pH

Bandingkan warna yang muncul dengan warna standard

c. Pemeriksaan bobot

Timbang wadah (tube) yang kosong

Timbang tube yang berisi salep

Bobot tube yang berisi salep dikurangi dengan bobot tube kosong

d. Uji konsistensi

Dilakukan dengan cara diamati visual kekentalannya

Apakah sesuai dengan standarnya atau tidak.

IX. PENGEMASAN DAN PENYIMPANAN

Dalam wadah tertutup baik dan di tempat sejuk (15-25oC)

X. LAMPIRAN

1. Brosur

2. Etiket

3. Kemasan

4. Literatur yang digunakan

XI. REFERENSI

(1)Anonim, 1978, Formularium Nasional Edisi II, Departemen Kesehatan RI: Jakarta, 75; 324.

(2)Anonim, 1995, Farmakope Indonesia Edisi IV, Departemen Kesehatan RI: Jakarta, 12, 57-59, 72-73, 779-780, 823-824, 1086.

(3)Voight, R. 1995, Buku Pelajaran Teknologi Farmasi, UGM Press: Yogyakarta, 374, 377-384.

(4)Ansel, 1989, Pengantar Bentuk Sediaan Farmasi, UI Press: Jakarta, 562.

(5)Anonim, 2009, Handbook of Pharmaceytical Excipient 6th edision, Pharmaceutical press and American Pharmacist Association, USA.

XII. PEMAHAMAN PROSEDUR TETAP

No.

Nama Praktikkan

NIM

Paraf

Tanggal

1.

Siti Nurul B.

08613163

2.

Nurul Fatimah

08613164

3.

Rodhiyatul Fithri

08613165

4.

Riatun Azmi

08613167

5.

Ginna Zabrina

08613169

6.

Dina Afiana

08613170