Skip to main content

Posts

Showing posts from November, 2011

Anda demam? Swamedikasi yuk!

Swamedikasi atau pengobatan sendiri menurut definisi WHO merupakan aktivitas yang dilakukan individu, keluarga, dan masyarakat dengan tujuan meningkatkan kesehatan, mencegah penyakit, membatasi penyakit, dan memulihkan kesehatan. Aktivitas ini dapat diawali oleh individu itu sendiri atau direkomendasikan oleh tenaga kesehatan profesional. Sementara itu, peran pengobatan sendiri adalah untuk menanggulangi secara cepat dan efektif keluhan yang tidak memerlukan konsultasi medis, mengurangi beban pelayanan kesehatan pada keterbatasan sumber daya dan tenaga, serta meningkatkan keterjangkauan masyarakat yang jauh dari pelayanan kesehatan. Pengobatan sendiri adalah penggunaan obat oleh masyarakat untuk tujuan pengobatan sakit ringan (mild illnesses), tanpa resep atau intervensi dokter. Pengobatan sendiri dalam hal ini dibatasi hanya untuk obat-obat modern, yaitu obat bebas dan obat bebas terbatas. Keuntungan pengobatan sendiri menggunakan obat bebas dan obat bebas terbatas antara lain;aman b…

APOTEKER itu makhluk yang mana sih??

Berawal dari rasa geli saya mendengar cerita seorang teman ketika dia bertanya kepada anak SD di pusat kota Jogjakarta;
Adek adek, besok kalau besar pengen jadi apa?
Guru, polisi, dokter, astronot, presiden, tentara, penyanyi, dll
Intinya, tidak satupun dari mereka yang menyebutkan ingin menjadi Apoteker. Se'culun' itukah seorang apoteker hingga tak mendapat secuil memoripun di otak anak-anak itu? Belum selesai kegelian saya, ada satu kejadian lagi yang akan membuat semua mahasiswi (khusunya) dilanda dilema berat,
Adek adek ada yang tahu Apoteker nggak?
(satu bocah yang belakangan diketahui Mamanya adalah seorang apoteker menjawab) tahu, apoteker itu ISTRInya dokter.
Disatu sisi, hati ini jelas meng-amin-i, namun disisi lain sungguh sangat memprihatinkan.... Sangat berbanding terbalik dengan kondisi di belahan bumi lain, khususnya di daerah eropa, yang mana Apoteker/ pharmacist merupakan profesi yang sangat di'agung'kan oleh masyarakat dan menduduki lima besar profesi yang d…

Tetes Mata Tetrasiklin HCl

I.TUJUAN1.Mahasiswa mampu membuat sediaan salep mata Tetrasiklin HCl.2.Mahasiswa mampu melakukan evaluasi terhadap sediaan salep mata Tetrasiklin HCl.3.Mahasiswa mampu membuat kemasan sekunder, brosur, dan etiket.II.FORMULASI1.Formula standarCHLORTETRACYCLINI OCULENTUMSalep Mata Klortetrasiklina162Komposisi. Tiap g mengandung:Chlortetracyclini Hydrochloridum 10 mgOculentum simplex hingga 1 gPenyimpanan. Dalam wadah tertutup rapat atau dalam tube, terlindung dari cahaya.Dosis : 2 sampai 3 kali sehari, dioleskan.Catatan.1.Oculentum simplex terdiri dari:2,5 g setilalkohol, 6 g lemak bulu domba, 40 g parafin cair dan vaselin kuning hingga 100 g. Disterilkan dengan cara sterilisasi D.2.Dibuat dengan cara teknik aseptik.3.Pada etiket harus juga tertera: Daluwarsa(1).2.Formula ModifikasiChlortetracyclini Hydrochloridum ≈ Tetracyclini HydrochloridumTiap 10 gram mengandung:R/ Tetracyclini Hydrochloridum 0,1 g Adeps Lanae …