Sugeng rawuh... Selamat datang... Ahlan wa sahlan... Welcome...

Thursday, October 27, 2011

real Sunda, it's really you...

Musik kecapi diiringi seruling bambu mendayu dari speaker laptop saya malam ini. Sedikit memejamkan mata untuk membuatnya semakin magic, sesekali diikuti helaan nafas panjang untuk memberikan ruh pada setiap alunannya.

"Keur naon a'...?"

Mempelajari sesuatu yang baru tidaklah sulit, namun untuk urusan bahasa atau kebudayaan, masih harus dipertanyakan. Jawa merupakan budaya yang melekat erat di jiwa saya. Terlahir dan dibesarkan di tengah budaya jawa dengan bahasa jawa yang sangat kental membuat jawa menjadi satu-satunya adat budaya yang saya kuasai. Mulai dari berbicara ngoko kasar, ngoko alus, kromo, kromo alus, menulis jawa, nembang, nari (meskipun sedikit namun pernah belajar) bisa saya lakukan. Keinginan untuk mempelajari budaya lain, sangat minim...

Namun, hal itu menjadi berbeda ketika saya mengenalnya. Mendengar setiap pelafalan kata F yang digantikan P, kata eu yang hampir ada disetiap katanya, intonasi yang mendayu dan yang lainnya... terasa berbeda di telinga.

"Wilujeung wengi a'..."

Otodidak saya mulai mencari apa dan bagaimana sesungguhnya sunda. Bumi Parahyangan yang bisa diartikan tempat para roh leluhur (hyang) bersemayam meliputi kawasan ciamis, tasik, garut, sumedang, cimahi, bandung, dan cianjur. Tanah Parahyangan tercipta ketika para dewa tersenyum dan mencurahkan semua berkah dan restunya. Ini menunjukkan keindahan dan kemolekan alam Tatar Sunda.

"Hutur nuhun..."

Ya, Sunda memang memiliki sense tersendiri, untuk saya...

"Belajar mencintai budayanya, untuk bisa lebih mencintai orangnya..." (Nurul Fatimah)

No comments:

Post a Comment