Sugeng rawuh... Selamat datang... Ahlan wa sahlan... Welcome...

Friday, September 30, 2011

Kesakralan itu semakin abu-abu...

Pernikahan bukan hal sederhana. Bukan hanya tentang menyatukan dua manusia kedalam sebuah ikatan yang diridhoi Alloh, namun juga menyatukan dua keluarga besar yang belum tentu satu pemahaman...

Sudah menjadi sesuatu yang umum ketika pernikahan dilaksanakan secara "hingar bingar" bahkan perayaan hingga beberapa hari, segala jenis makanan tersaji, musik keroncong hingga jazz diperdengarkan... intinya, semua bahagia. Hal inilah yang menjadi persoalan (buat saya). Makna atau kesakralan sebuah pernikahan khususnya adat jawa mulai bergeser menjadi "berbau" kebarat-baratan. Ingin modern kesannya, namun salah metodenya. Bayangkan saja, orang makan sambil berdiri di anggap lumrah... di"keren"kan dengan istilah standing party. Padahal, dalam norma ketimuran itu sangat bertentangan apalagi jika dikaitkan dengan norma agama Islam. Orang datang, beri uang atau kado, salaman dengan pengantinnya, makan sepuasnya, dan pulang. Itulah manual acara yang banyak dijalankan sekarang ini.

Berbeda dengan realita di atas, beberapa saat yang lalu saya menghadiri sebuah pernikahan teman. Kesakralan pernikahan itu saya temukan disana...




Sebelum pengantin dipertemukan dalam pelaminan, di depan pintu masuk sang calon istri melepas alas kaki calon suami dan membasuh kaki calon suami tersebut dengan air kembang. Hal ini menganalogikan bahwa seorang istri harus berbakti terhadap suami dan berpanutan padanya selama ia menuntun pada hal yang benar.

Sungkeman. Kedua pengantin berjalan dengan berjongkok ke kedua orang tua masing-masing dan mertua, memohon restu dan tentunya doa untuk kehidupan baru mereka. Saat seperti inilah, air mata terkucur deras. Terutama bagi orang tua pengantin wanita, tak terbayang bagaimana rasanya melepas seorang putri yang sedari kecil mereka rawat dan mereka besarkan kepada seseorang "baru" dalam kehidupan mereka yang tentunya baru mereka kenal belum lama. Selain itu, seorang ayah melimpahkan tanggung jawabnya kepada sang suami putrinya...




Text: Nurul Fathimah
Picture : original PHARMATOGRAPHY

No comments:

Post a Comment