Sugeng rawuh... Selamat datang... Ahlan wa sahlan... Welcome...

Monday, August 29, 2011

Perbedaan itu NYATA ada, namun terasa sangat indah di rumah saya.

Perbedaan itu indah jika koposisinya tepat.

Beberapa saat yang lalu, saya, bapak, dan ibu khusyuk mengamati jalannya sidang itsbat yang dilaksanakan oleh kementrian agama RI. Sidang itsbat merupakan sidang untuk menentukan awal bulan Syawal berdasarkan dua metode yang digunakan yaitu hisab dan rukyah. Hisab merupakan metode yang dilakukan dengan cara menghitung secara matematis berdasarkan iedul fithri tahun sebelumnya, sedangkan rukyah merupakan metode yang dilakukan dengan mengamati langsung munculnya hilal yaitu bulan pertama yang muncul biasanya hanya semburat tipis cahaya dan hanya bertahan selama beberapa waktu tertentu. Kedua metode ini sering menimbulkan perdebatan ketika ditemui adanya perbedaan hasil. Seperti tahun ini dan beberapa tahun sebelumnya. Sebetulnya, kedua metode tersebut merupakan dua hal yang tidak bisa dipisahkan dan dilakukan secara terpisah. Hisab dilakukan untuk memperkirakan munculnya hilal, dan rukyah dilakukan untuk membuktikan kemunculan hilal tersebut. Akan menjadi sangat rancu ketika hanya dilakukan satu saja, dan itulah yang saya rasa menjadi penyebab perbedaan tanggal 1 Syawal disamping penyebab-penyebab lain terkait ormas islam yang berkuasa.

Menarik jika membicarakn ormas islam yang berkuasa di negeri ini, sebut saja mulai dari NU (nahdatul ulama), muhammadiyah, hingga FPI (Front Pembela Islam). Dua ormas besar yang berkuasa di negeri ini yakni NU dan muhammadiyahpun memiliki pandangan yang berbeda tentang permasalahan tahunan ini. Keduanya seakan terjebak ego gengsi organisasi sehingga sangat sulit dipersatukan, bahkan hanya untuk berdiskusi saja bisa jadi perdebatan yang panjang.

Disaat seperti inilah, toleransi harus dikedepankan. Seperti yang selalu bapak dan ibu saya ajarkan...

Saya hidup ditengah kekuatan historical yang sangat kuat, diantara dua paham yang berbeda yang terkadang saling memprovokasi. Bapak saya muhammadiyah beserta keluarga besarnya, sedang ibu saya NU kental juga beserta keluarga besarnya. Sebuah kesempatan yang tak banyak dimiliki oleh orang lain, belajar dua sisi hal yang sangat berbeda dan tak jarang bertentangan. Namun, ada toleransi yang kuat di dalam keluarga kecil saya... upaya tidak saling mengganggu, saling menghargai, dan yang paling penting saling mencintai.

Sesuatu sederhana namun sangat berarti terjadi malam ini, ketika bapak saya diharuskan berlebaran pada hari selasa 30 Agustus 2011, dan ibu saya pada hari rabu 31 Agustus 2011. Manis sekali kata ini terucap dari bibir ibu saya tercinta;

"Pak, saya izin lebaran hari rabu yaa..."

dan Bapak sayapun dengan bijaknya berucap;

"iya, saya selasa yaa... "

Sesederhana itu, semua sangat terasa indah....

#keputusan kementrian agama hasil sidang itsbat : lebaran idul fithri jatuh pada hari rabu, 31 Agustus 2011.

No comments:

Post a Comment