Sugeng rawuh... Selamat datang... Ahlan wa sahlan... Welcome...

Thursday, August 25, 2011

MUDIK, sebuah budaya ?

Lebaran sebentar lagi. Selain disibukkan dengan menangani berbagai macam kebutuhan pokok yang tiba-tiba saja melambung harganya, Indonesia juga disibukkan dengan meningkatnya pergerakan manusia dari satu tempat ke tempat lainnya. Mudik. Istilah ini menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan sebagai:

[v] (1) (berlayar, pergi) ke udik (hulu sungai, pedalaman): dr Palembang -- sampai ke Sakayu; (2) cak pulang ke kampung halaman: seminggu menjelang Lebaran sudah banyak orang yg --

Fenomena mudik sangat terlihat pada hari-hari seperti sekarang, ramadhan menuju hari raya. Dari news report NTMC (National Trafic Management Centre) menunjukkan peningkatan volume kendaraan di berbagai titik khususnya sepeda motor. Cara mudik yang dinilai praktis dan lebih cepat oleh sebagian besar pemudik ini menjadi sangat diminati karena selain meningkatnya harga tiket baik kereta maupun bus, juga karena mudahnya akses mendapatkan kendaraan tersebut entah dengan jalan kredit atau yang lainnya. Dampaknya adalah bukan kesejahteraan yang meningkat karena telah memiliki kendaraan, namun justru menurun karena harus mengeluarkan uang ekstra untuk bahan bakar yang tentunya tak lagi murah. Inilah cara fikir masyarakat yang perlu di edukasi, dan cara promosi produsen yang perlu ditertibkan.

Contoh nyata tentang pemikiran masyarakat yang kurang rasional adalah tetangga depan rumah saya. Dulunya, karir beliau di bidang politik meskipun kecil-kecilan sudah punya gaung. Saat itu pemilihan DPRD kabupaten, beliau memiliki nomor urut 1 sebagai bakal calon yang diusung dari partai. Karena kabarnya nomor urut mempengaruhi goal tidaknya pencalonan, beliau menjadi lirikan banyak calon lainnya yang berasal dari partai yang sama. Beliau memang bukan orang kaya, untuk kampanye saja beliau belum memiliki planning yang pasti, namun beliau memiliki keyakinan kuat akan berhasil. Singkatnya, ada seorang teman dekat beliau yang lebih mendekatkan diri. Entah dengan cara apa, beliau yang memiliki nomor urut 1 tadi rela melepaskan kedudukannya untuk teman dekatnya tadi dengan harga sebuah motor revo. Ya, hanya ditukar dengan sebuah motor! Saya tak tahu, bagaimana pemikiran yang beliau gunakan. Contoh promosi yang perlu ditertibkan?? sudah tak asing lagi kita melihat iklan yang mengatakan kredit mudah, bunga 0 rupiah, tanpa DP, dll. Bagaimana masyarakat kita yang basicly berpendidikan minim tidak tergiur dengan penawaran tersebut? Ini realita yang ada di masyarakat yang hanya menyangkut satu hal mengenai sepeda motor. Alat transportasi praktis yang berisiko kritis.

Kembali menyoal tentang mudik, beberapa teman yang berasal dari luar daerah mengaku ini adalah sebuah agenda tahunan yang harus dilaksanakan. Why?? betapa antusiasnya mereka berdesakan mengantri tiket, berpeluh peluh menunggu kendaraan atau mengendarai kendaraan yang akan membawa mereka ke kampung halaman. Inilah jawabannya, kampung halaman. Untuk kampung halaman. Tempat dimana mereka menapakkan kaki pertama kali, dikelilingi keluarga tercinta. Ada rasa tersendiri setelah sekian lama meninggalkannya, dan kemudian pulang kembali.

Sungguh, berlelah-lelah meninggalkan kampung halaman sekian lama menciptakan sebungkus rindu untuk dibawa pulang...



Inilah saya. Baru sekedar mengamati betapa pentingnya kata mudik itu. Sekian lama dan masih berlangsung pada diri saya bertempat di kampung halaman. Sebuah keadaan yang sedikit monoton dan sangat perlu perubahan. Suatu saat nanti, kan kutinggalkan kampung halaman ini, kan kutemui oranng - orang baru pengganti kerabat, rumah baru yang akan membentuk pribadi mandiri... suatu saat... mudahkan ya robb... amin...

Selamat menyambut hari kemenangan...
Berbaurlah denga kehidupan di kampung halaman kita,
Karena suatu saat ketika kaki kita jauh melangkah ke negeri orang sekalipun, ketempat itulah kita akan berpulang melepas rindu...
#selamatmudik...

Maksimalkan Ramadhan dengan amalan wajib maupun sunnah, karena bisa jadi, ini ramadhan terakhir kita!

No comments:

Post a Comment