Sugeng rawuh... Selamat datang... Ahlan wa sahlan... Welcome...

Tuesday, August 30, 2011

FIREWORK means firing the money, i guess...!

Okey, lets see what i've got tonite????there's NO picture because i don't bring any camera.... :(
Its sound so sad, but i try to describe it. I promise u about the firewok before, and here is.....

Tonight is a "takbiran" night. It's a night that muslim doing "takbir" in the whole of night. Almost every masjid do that...

In my village, we have a tradition in takbiran night. We are (almost everybody) together walk around the village while saying takbir...

Allohuakbar... Allohuakbar... Allohuakbar...
Laailahaillallohu allohuakbar...
Allohuakbar walillahilhamd...

The special one happen on the bejen crossroad. Bejen is my village name. When we arrived there, police have been prepared the place and stopped all of the driver. Street full of people from anywhere, they come to see the twice a year's moment.

And... the party begin... !!! Firework!!!
How beautiful... when we listen a big boom then fastly it's throw away into the sky and without magic it's turn into a colorful fire that painting the dark night...

In this moment i miss you dear...
when i lift my head, looking up the sky...
in my deep breath, sofly i said... Goodnight dear, Happy iedul Fithri...

Althought we're separate by the ocean, but we still under one sky...



Out of the general thinking, have you ever think that almost millions rupiah paid just for the "fire"???? This is an irony in Indonesia that most people here still have mean income not more than Rp 10.000 ( +1$ ) a day, while the squib's price is more that Rp 15.000 even reach hundreds of thousands rupiah. If we use our social feeling, what we supposed to do???? Just let it burn off or spent it away??? How can...

Can't u see that thin body with their almost sticking bones?
Can't u hear that scream of the baby? scream of hunger
Can't u feel your heart beating faster every time you see that?

Our country is an irony, people going rich by them self, and let the other poor by their self...
i can't never understand, where's the conscience of this national government, of this national rich man...

What will happen IF one rich man safe one poor man??? how difficult it's until there's only little people do that?

Answering the title, it's not just my guess.. sadly i said, it's real happen...
Firework, even in iedul fithri night.. it's just firing the money. Although it's make people happy, people laughing, or just make people amazed...

Think one more time, if u want to buy any squib, it's better if you save the money and give it to the people who really need it...

Monday, August 29, 2011

Perbedaan itu NYATA ada, namun terasa sangat indah di rumah saya.

Perbedaan itu indah jika koposisinya tepat.

Beberapa saat yang lalu, saya, bapak, dan ibu khusyuk mengamati jalannya sidang itsbat yang dilaksanakan oleh kementrian agama RI. Sidang itsbat merupakan sidang untuk menentukan awal bulan Syawal berdasarkan dua metode yang digunakan yaitu hisab dan rukyah. Hisab merupakan metode yang dilakukan dengan cara menghitung secara matematis berdasarkan iedul fithri tahun sebelumnya, sedangkan rukyah merupakan metode yang dilakukan dengan mengamati langsung munculnya hilal yaitu bulan pertama yang muncul biasanya hanya semburat tipis cahaya dan hanya bertahan selama beberapa waktu tertentu. Kedua metode ini sering menimbulkan perdebatan ketika ditemui adanya perbedaan hasil. Seperti tahun ini dan beberapa tahun sebelumnya. Sebetulnya, kedua metode tersebut merupakan dua hal yang tidak bisa dipisahkan dan dilakukan secara terpisah. Hisab dilakukan untuk memperkirakan munculnya hilal, dan rukyah dilakukan untuk membuktikan kemunculan hilal tersebut. Akan menjadi sangat rancu ketika hanya dilakukan satu saja, dan itulah yang saya rasa menjadi penyebab perbedaan tanggal 1 Syawal disamping penyebab-penyebab lain terkait ormas islam yang berkuasa.

Menarik jika membicarakn ormas islam yang berkuasa di negeri ini, sebut saja mulai dari NU (nahdatul ulama), muhammadiyah, hingga FPI (Front Pembela Islam). Dua ormas besar yang berkuasa di negeri ini yakni NU dan muhammadiyahpun memiliki pandangan yang berbeda tentang permasalahan tahunan ini. Keduanya seakan terjebak ego gengsi organisasi sehingga sangat sulit dipersatukan, bahkan hanya untuk berdiskusi saja bisa jadi perdebatan yang panjang.

Disaat seperti inilah, toleransi harus dikedepankan. Seperti yang selalu bapak dan ibu saya ajarkan...

Saya hidup ditengah kekuatan historical yang sangat kuat, diantara dua paham yang berbeda yang terkadang saling memprovokasi. Bapak saya muhammadiyah beserta keluarga besarnya, sedang ibu saya NU kental juga beserta keluarga besarnya. Sebuah kesempatan yang tak banyak dimiliki oleh orang lain, belajar dua sisi hal yang sangat berbeda dan tak jarang bertentangan. Namun, ada toleransi yang kuat di dalam keluarga kecil saya... upaya tidak saling mengganggu, saling menghargai, dan yang paling penting saling mencintai.

Sesuatu sederhana namun sangat berarti terjadi malam ini, ketika bapak saya diharuskan berlebaran pada hari selasa 30 Agustus 2011, dan ibu saya pada hari rabu 31 Agustus 2011. Manis sekali kata ini terucap dari bibir ibu saya tercinta;

"Pak, saya izin lebaran hari rabu yaa..."

dan Bapak sayapun dengan bijaknya berucap;

"iya, saya selasa yaa... "

Sesederhana itu, semua sangat terasa indah....

#keputusan kementrian agama hasil sidang itsbat : lebaran idul fithri jatuh pada hari rabu, 31 Agustus 2011.

Friday, August 26, 2011

HUMAN TRUST to the LORD

I try to write in english, although it's not easy. I use javaness lenguage on my daily, and bahasa Indonesia on my formal activity. So, u can imaging how hard it's. But don't worried, because i got A on my English class. The A point on my english is full of responsibility because people around think that I'm expert on it. When they meet serious problem with their journal or something else... Easily, tehy come to me. Thats people trust of me...

Talking about trus, in this time (last day of Ramadhan) almost every muslim got full charge of their trust to god. It's difficult to translate word by word to descript it. But there's a magic power that make muslim easily going to masjid in every shalat times, read the holy quran anytime, giving, doing sunnah, and many others thing that goodness. Ramadhan, make it happen!

There's no 'real' evidence that can guarantee people who do that things, they just strongly hold the Lord's promises that printed on the holy qur'an, delivered by Rasululloh, Muhammad saw. And here is the BIG trust happen. Something that still mystery maybe generaly we can called magic, supernatural, mystical, etc can be trusted by the muslim people of the world in every age, every era. And, nobody lost that promises. One by one, every single word in the holy qur'an happen in our live...

Al-Qur'an contain of everithing in the past that can be our reference in live, everything that current happen, even the things in the future. Subhanalloh...
I'm done with my 30juz of the qur'an this morning, and when I read the "doa khatmil qur'an" (prayer after finished full read of the qur'an) I find a wonderful word inside. The word explain every single word in arabic (alif, ba, ta, etc) into godness word.

bil alif, alfatan,
bil ba'i barkatan,
bil ta'i taubatan,
continue into... wabil ya'i yaqinan.
Amin ya Robbal alamin...

Thursday, August 25, 2011

MUDIK, sebuah budaya ?

Lebaran sebentar lagi. Selain disibukkan dengan menangani berbagai macam kebutuhan pokok yang tiba-tiba saja melambung harganya, Indonesia juga disibukkan dengan meningkatnya pergerakan manusia dari satu tempat ke tempat lainnya. Mudik. Istilah ini menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan sebagai:

[v] (1) (berlayar, pergi) ke udik (hulu sungai, pedalaman): dr Palembang -- sampai ke Sakayu; (2) cak pulang ke kampung halaman: seminggu menjelang Lebaran sudah banyak orang yg --

Fenomena mudik sangat terlihat pada hari-hari seperti sekarang, ramadhan menuju hari raya. Dari news report NTMC (National Trafic Management Centre) menunjukkan peningkatan volume kendaraan di berbagai titik khususnya sepeda motor. Cara mudik yang dinilai praktis dan lebih cepat oleh sebagian besar pemudik ini menjadi sangat diminati karena selain meningkatnya harga tiket baik kereta maupun bus, juga karena mudahnya akses mendapatkan kendaraan tersebut entah dengan jalan kredit atau yang lainnya. Dampaknya adalah bukan kesejahteraan yang meningkat karena telah memiliki kendaraan, namun justru menurun karena harus mengeluarkan uang ekstra untuk bahan bakar yang tentunya tak lagi murah. Inilah cara fikir masyarakat yang perlu di edukasi, dan cara promosi produsen yang perlu ditertibkan.

Contoh nyata tentang pemikiran masyarakat yang kurang rasional adalah tetangga depan rumah saya. Dulunya, karir beliau di bidang politik meskipun kecil-kecilan sudah punya gaung. Saat itu pemilihan DPRD kabupaten, beliau memiliki nomor urut 1 sebagai bakal calon yang diusung dari partai. Karena kabarnya nomor urut mempengaruhi goal tidaknya pencalonan, beliau menjadi lirikan banyak calon lainnya yang berasal dari partai yang sama. Beliau memang bukan orang kaya, untuk kampanye saja beliau belum memiliki planning yang pasti, namun beliau memiliki keyakinan kuat akan berhasil. Singkatnya, ada seorang teman dekat beliau yang lebih mendekatkan diri. Entah dengan cara apa, beliau yang memiliki nomor urut 1 tadi rela melepaskan kedudukannya untuk teman dekatnya tadi dengan harga sebuah motor revo. Ya, hanya ditukar dengan sebuah motor! Saya tak tahu, bagaimana pemikiran yang beliau gunakan. Contoh promosi yang perlu ditertibkan?? sudah tak asing lagi kita melihat iklan yang mengatakan kredit mudah, bunga 0 rupiah, tanpa DP, dll. Bagaimana masyarakat kita yang basicly berpendidikan minim tidak tergiur dengan penawaran tersebut? Ini realita yang ada di masyarakat yang hanya menyangkut satu hal mengenai sepeda motor. Alat transportasi praktis yang berisiko kritis.

Kembali menyoal tentang mudik, beberapa teman yang berasal dari luar daerah mengaku ini adalah sebuah agenda tahunan yang harus dilaksanakan. Why?? betapa antusiasnya mereka berdesakan mengantri tiket, berpeluh peluh menunggu kendaraan atau mengendarai kendaraan yang akan membawa mereka ke kampung halaman. Inilah jawabannya, kampung halaman. Untuk kampung halaman. Tempat dimana mereka menapakkan kaki pertama kali, dikelilingi keluarga tercinta. Ada rasa tersendiri setelah sekian lama meninggalkannya, dan kemudian pulang kembali.

Sungguh, berlelah-lelah meninggalkan kampung halaman sekian lama menciptakan sebungkus rindu untuk dibawa pulang...



Inilah saya. Baru sekedar mengamati betapa pentingnya kata mudik itu. Sekian lama dan masih berlangsung pada diri saya bertempat di kampung halaman. Sebuah keadaan yang sedikit monoton dan sangat perlu perubahan. Suatu saat nanti, kan kutinggalkan kampung halaman ini, kan kutemui oranng - orang baru pengganti kerabat, rumah baru yang akan membentuk pribadi mandiri... suatu saat... mudahkan ya robb... amin...

Selamat menyambut hari kemenangan...
Berbaurlah denga kehidupan di kampung halaman kita,
Karena suatu saat ketika kaki kita jauh melangkah ke negeri orang sekalipun, ketempat itulah kita akan berpulang melepas rindu...
#selamatmudik...

Maksimalkan Ramadhan dengan amalan wajib maupun sunnah, karena bisa jadi, ini ramadhan terakhir kita!

Saturday, August 20, 2011

Tuhan tau, tapi menunggu... yakinlah !

Hal yang sederhana saya dapat hari ini dari seorang teman (baca: guru) baru dari Bangka. Beliau (sudah tua memang) seorang fotografer yang sudah berkaliber dan sudah melalang buana ke negeri orang. Profesional pokoknya ! Berawal dari sekedar chating via jejaring sosial facebook, beliau dengan tangan terbuka mau share ilmunya.

Menjadi fotografer, bukan pilihan hidupnya, namun sesuatu telah mengantarkannya ke sebuah profesi yang tak cukup hanya mencari duit saja. Ada passion tersendiri ketika tangan itu beradu dengan genggaman kamera, ketika jemari mulai memainkan tombol rana, dengan sedikit memicingkan mata untuk mendambakan sebuah angle yang dramatis... Nikmat itulah, kepuasan batin itulah yang susah didapat di profesi lainnya...

Ilmu yang beliau berikan standart saja, sebatas memainkan lensa, teknik-teknik mengambil gambar seperti panning, dan lainnya... Pembicaraan berubah ketika saya mengatakan ingin belajar melalui karya beliau. Saya bilang bahwa saya masih sekedar menjadi penikmat foto, bukan fotografer. Justru saya malu menyebut karya saya dengan embel-embel photography. Masih terlalu jauuuhh..... Tanggapan yang terlontar dari beliau sungguh tak pernah saya dapatkan dari kawan pehobby foto yang lain...

"Saya itu bukan fotografer kok, masih dibilang penikmat kayak yang tadi kamu bilang. Jadi orang yang bisa disebut fotografer itu nggak gampang, harus punya minimal kamera DSLR seri terendah dan memiliki karya yang memang bisa diperhitungkan. Nggak kayak sekarang, bisa motret dikit saja sudah main ngasih embel-embel "xxx" photography di setiap karyanya. Lucuu."

DEG ! nanceep sekali perkataan beliau. Sempat duluuu saya seperti apa yang beliau katakan. Bangga dengan menaruh nama "ndoet photography" di setiap foto saya yang saya rasa standar saja. Maluuu sekali mengingatnya. Memang sudah lama kata "ndoet photograpy" saya ganti dengan PHARMATOGRAPHY dengan niat sedikit menyamarkan kesan photography-nya. Saya memang belum pantas dan layak untuk sekedar dibilang jago motret, apalagi disebut fotografer. Lha wong kamera saja masih serabutan minjam ke teman...

Honestly, i will... i realy wanna be a photographer ! nggak peduli apa kata orang tentang saya yang mungkin mereka anggap sok-sok an, tapi itu impian saya. Ada sesuatu yang berbeda ketika saya motret. Entahlah, tapi ada soul lain dari diri saya yang tiba-tiba saja muncul. Sama seperti ketika saya mendengar seorang reporter tv atau news anchor yang mengakhiri reportasenya.

"Demikian yang dapat saya sampaikan, Nurul fatimah, adi prasetya, tv "x" melaporkan !"

Entahlah, mau dibawa kemana panggilan jiwa ini ketika orang tua saya sendiri kurang mendukungnya. Saya memang iri dengan orang-orang yang dengan gampangnya membeli sebuah kamera, namun saya juga banyak kecewa pada mereka yang sekedar ikut-ikutan meramaikan kegemaran ini. Sakit hati ! Lihat saja, akhir-akhir ini banyak kawula muda yang kemana-mana menenteng kamera DSLR yang tentunya tak murah, namun hanya sekedar main-main saja. Bukan hak saya memang untuk melarang, namun ketika kembali menatap diri sendiri rasanya saya tidak rela... ada orang yang benar-benar menginginkan, merintih pada tuhan, dan hampir gila hanya untuk sesuatu yang di sebut kamera namun realita yang ada, banyak orang yang dengan tak sengaja menodainya...

Tuhan tahu, tapi menunggu... yakinlah ! saat yang tepat itu, PASTI akan datang!

Text : Nurul Fatimah

Friday, August 19, 2011

Ramadhan, time to getting closer with the Lord of the Lord...

Ramadhan (fasting month) is a special month for moslem. It's better than a thousand month because there's lailatul qadar here. Moslem in Ramadhan not only fast from eat and drink but also from the passion. We try to manage our passion into the right way. and you know, this is not always easy...

Ramadhan divide into three part, first ten days full of rahmat (Alloh's mercy), next ten days full of maghfiroh (forgiveness) and the last ten days full of itqum minannar (free from hell).

Have you ever think that every year only have one Ramadhan is never enough?

I live in a village that still have traditional activities in Ramadhan. Our masjid (a place for praying shalat) held many activities like taraweeh, qiyamullail (doing shalat in the midnight), breaking of fast together, tadarus (read the holy quran) and many more. Special one is tadarus keliling that followed by the young generation of my village. It's daily activities after taraweeh about 8.30pm to 11pm. We are on group read the holy quran, one group one juz. It's called keliling (turn around) because it's held in one house at one night and in the different house at the next night, it's continue during Ramadhan. After reading was done, we have sharing about islam. Everithing about Islam, fikih, aqidah, and many more.

In Ramadhan, nobady's feel tired. We're race in a goodness...
Try become a robbani person, not just a ramadhan person...

Still on my beautiful village, we close Ramadhan by takbir keliling and the most greatfull moment... firework ! I'll report u in the next time, because it's still day 20th of Ramadhan...
be waiting...



Text : Nurul Fatimah

Wednesday, August 17, 2011

66 tahun Indonesia MERDEKA ?


Siang itu gencar terdengar kabar, bahwa presiden republik ini dijadwalkan akan mengunjungi korban bencana letusan gunung merapi. Ya, merapi kala itu sudah lumayan stabil. Bagi warga yang rumahnya masih layak huni, mereka memilih untuk kembali. Seperti warga masyarakat pakem gedhe, hampir seluruh warganya telah menempati rumah masing-masing karena wilayah mereka sudah tak masuk lagi dalam kategori zona berbahaya. Pakem gedhe terletak di Jl. Cangkringan Km.1 yang merupakan salah satu akses menuju cangkringan, daerah yang terkena dampak langsung awan panas merapi.

Kabar kedatangan presiden tersebut, ditanggapi dengan berbagai sikap oleh warga masyarakat. Kebanyakan diantara mereka yang cenderung malas untuk menanggapi. Ya, itu juga sebuah sikap.. Namun, ada satu hal yang menarik di sini...



Sebut saja namanya mbah Sudar. Seorang pribumi jawa asli (yogyakarta). Usianya, sudah lebih dari 70 tahun, namun beliau masih segar bugar. Resepnya adalah, beliau suka jalan kaki. Berita lewatnya presiden di Jl Cangkringan itupun tidak luput dari pendengarannya, sudah sejak pagi beliau stand by di pinggir jalan, padahal orang nomor satu itu dijadwalkan lewat sekitar tengah hari. Ya, hanya lewat saja... Lewatnya presiden ternyata memberi arti sendiri bagi mbah Sudar. Beliau benar-benar menghormati sosok presiden dalam arti harfiah, terlepas dari subjektifitas. Luar biasa, menurut saya... Ya, presiden adalah sebuah jabatan yang tidak biasa sehingga seseo
rang yang diamanahi jabatan itu tentunya harus orang yang tidak biasa juga. Ia akan menjadi pengayom rakyatnya, tampil sebagai pemersatu perbedaan, pendamai perselisihan... Lepas dari keindahan maknyanya, lihatlah realita bangsa ini sekarang. Korupsi merajai pikiran pejabat negara ini. Mereka seakan akan menuhankan uang, sehingga dalam kinerjanya segala sesuatu berorientasikan uang. Untuk menjadi pejabat mereka mengeluarkan uang, jadi ketika sudah menjabat...prioritas utama adalah balik modal. Balik modal??? tentunya tidak...mereka tak sekedar balik modal, tapi menghimpun modal baru untuk peluang lainnya.

Back to the issue, masih tentang sikap menghormati mbah Sudar terhadap pimpinannya. Karena saking menghormatinya, ia rela menunggu sang pemimpin selama berjam-jam, menunggu untuk sekedar melihat sosok yang dihormatinya lewat sambil melambaikan tangan...

Indonesiaku kini telah berusia 66 tahun. Usia yang seharusnya telah memasuki pendewasaan. Pada moment ini, sudah sepantasnya kita berbenah. Kita rombak habis-habisan segala hal yang tidak pantas dipertahankan.

Indonesia negeri yang ramah, bukan tempat para koruptor berumah...
Saya rakyat jelata negeri ini. Memilih wakil untuk bisa mensejahterakan kehidupan. Rakyat menggaji mahal orang-orang yang duduk terhormat di senayan untuk menjadi budak. Budak dalam mensejahterakan hidup... Karena kami menganggap mereka mampu... Kepercayaan seperti apa lagi yang harus kami berikan, bila setiap jengkalnya selalu saja ada penistaan... Kecewa, adakah hal lainselain kecewa??? Sudah bertahun-tahun, berkali-kali silih berganti buka-budak itu dipekejakan, namun hasilnya tanah kami masih gersang, panen kami sering gagal, anak kami kelaparan, sekolah tak terbayarkan, kesehatan??? apalagi kesehatan... tak sempat kami fikirkan...
Jauh di negeri orang sana, ramai-ramai duta pariwisata menggemborkan negeri ini subur dan kaya... tongkat dan batu jadi tanaman... Ya, memang benar itu semua, tapi mereka lupa bilang kalau di negeri gemah ripah loh jinawi ini kami makan beras import, garam import, gula import... import ! Hanya nasi aking, gaplek, dan sejenisnya yang sudah ramah dengan perut kami yang menjadi produk dalam negri... sehingga kami sangat bangga mengonsumsinya...
Presidenku, kami menghormatimu... menghormatimu sebagai seorang presiden... arahkan tatapanmu kebawah, lihatlah kami...
Jabatlah jabatan itu semampumu, kalau kau rasa sudah tak mampu... tinggalkan ! masih banyak calon budak kami yang mengantri...

Sebuah protokoler pengamanan kepresidenan. Berulang ulang mobil patroli ini menyisir jalan yang akan dilalui sang presiden.


Sekitar satu jam sebelum kedatangan sejumlah polisi dikerahkan untuk berbaris di sepanjang jalan yang akan dilalui. Sterilisasi.


dan pada akhirnya... mobil baja berplat Indonesia 1 itupun melintas... cukup kencang. Orang terhormat yang berada di dalamnya hanya melambaikan jemarinya lewat kaca samping mobil yang lebih dari setengahnya tertutup.


Mbah Sudar tersenyum sambil membungkukkan badannya, sayang tak terekam oleh lensa saya... Lambaian jemari sang presiden itu sudah lebih dari cukup untuk mengganti perjuangannya berjalan kaki menuju pinggir jalan, dan menunggu lebih dari setengah hari... Ditengah sikap apatis rakyat negeri ini, optimisme dan sikap husnuzon kepada pemimpin dari seorang mbah Sudar masih ada...

DIRGAHAYU BANGSAKU... Izinkan jiwa raga ini mengabdi untukmu...



Text : Nurul Fatimah
Pictures : original PHARMATOGRAPHY

Do i thinking wrong???

Takdir, nasib, dan jalan hidup manusia berbeda-beda. Terkadang, kita merasa iri akan keberhasilan seseorang. Bahkan, kita lebih sering menyombongkan diri atas keberhasilan diri sendiri. See, thats what human being... kebiasaan yang mendasari sifat manusia. Sirik. Mungkin kata itu lebih tepat. Satu kata itu saya rasakan pagi ini... Astaghfirulloh... Sirik yang saya rasakan, sedikit lain... Justru saya jadi termotivasi hebat setelah merasakannya... hhmmm god knows...!
Secara tak sengaja saya menemukan banyak teman lama lewat jejaring sosial facebook... mereka telah berbeda. Satu yang menarik perhatian saya. Adek kelas saya sewaktu SMP sekarang kuliah di sydney, australia. International pcommunication di Macquarie. What a wonderfulllll...! Melihat album flicker-nya, saya serasa masuk dalam dunia kejurnalistikan versi dia. Meskipun dia lebih concern di fashion. But, one thing that make me feel so jealous...not 'bout her study, but it's journalistic... pure journalistic, not fashion. Hanya tuhan dan saya yang tahu betapaaaa inginnya saya berkecimpung di dunia itu....
Kesirikan saya itu bisa jadi karena impian saya yang belum tersentuh sama sekali. Masih terpinggirkan. Thats the point... Saya menemukan motivasi super dari kejadian itu. Saya harus kejarr impian saya, apapun study yang saya jalani sekarang ini. Meskipun terkesan ngoyo karena farmasi dan jurnalistik adalah dua hal yang sangattt jauh berbeda. Mantra saktinya dalah: dream.... believe...and... MAKE IT HAPPEND!!!!

You are what you think, guys !

Salah satu quotes dari sebuah buku yang luar biasa berjudul the divine messege of DNA. Pada intinya, buku tersebut memaparkan keajaiban DNA. Molekul yang menyimpan milyaran data tentang manusia yang berbeda-beda setiap individunya. Setiap molekul memiliki semacam kode tersendiri yang sangat erat kaitannya dengan alam bawah sadar kita. Contoh mudah yang dituliskan dalam buku tersebut adalah mengenai makanan dan diet. Seorang obese akan sangat menghindari banyak makanan dengan harapan dia bisa langsing karena usahanya tersebut. But, buku itu merubah semua paradigma yang ada. Ada semacam pesan rahasia yang disampaikan dari DNA dan sisi kejiwaan. Seorang obese yang tidak perlu banyak mikir tentang makanan apa yang boleh dan tidak boleh ia konsumsi justru memiliki berat badan yang relatif stabil dibanding seorang obese yang memiliki pikiran aneh-aneh tentang makanan. Kalau makan ini akan gendut, kalau minum ini akan gendut, makan malam bikin gendut... dan lainnya...
So, please thinking normaly... always positive thinking ! Thats good for our life... our long life...
This's the turn point, saya temukan lagi spirit saya!!!
jangan mengeluh tentang takdir Tuhan yang sedang kita terima saat ini, bisa jadi kita sedang melalui jalan berbelok untuk menghindari lubang sehingga bisa mencapai tujuan dengan selamat...
Keep on spirit !!! SEIZE THE DAY !!

Sunday, August 14, 2011

He is, FERDY FIRMANSYAH..

I met him on that road. The way I always spent my bored time...
He walk alone, saying hi and we had conversation about anyting we like...
and, we get the session...



Finaly, we say goodbye and promise that sometime, we'll meet again...
Thanks for join my scenario...




Talent : Ferdy Firmansyah
Pictures : original PHARMATOGRAPHY

Morning blue...


Selamat pagi... sebuah ungkapan sederhana yang jarang saya dengar ketika di rumah, namun selalu saya dapatkan maknanya...

Pagi adalah awal dari 24jam setiap harinya, waktu dimana seluruh organ tubuh dalam keadaan full energi...(dalam rutinitas normal tanpa begadang). Enzim tubuh yang telah beristirahat selama +8jam akan teraktifasi kembali. Upaya untuk mengoptimalkan fitalitas di pagi hari adalah dengan sarapan pagi. Seberapa penting sarapan itu? Sangat penting untuk memancing kinerja enzim sehingga dapat mengoptimalkan energi.



Pagi ini, tidak seperti biasanya. Ini hari sabtu, banyak waktu luang yang sangat sayang jika hanya dihabiskan dengan tidur. 13 Agustus 2011, minggu kedua bulan ramadhan 1432 H masih terasa dingin. Sayup kokok ayam masih bersahutan...

Pematang sawah itu masih basah karena embun. Sedikit bergidik kedinginan langkah kaki itu terus melangkah. Sesekali menarik nafas panjang, merasakan pagi yang teramat menyegarkan... Segerombolan burung mprit (pipit) terbang keluar dari sarangnya. Beberapa blekok (bangau sawah yang berwarna putih) telah bertengger di tengah sawah. Kumpulan belalang yang berloncatan ketika tempat persembunyiannya tiba-tiba tersibak... Sungguh, harmoni pagi yang sangat indah...


Semburat biru itu semakin terang... Semilir angin dingin menemani langkah kaki itu kembali kerumah. Satu pesan telah disampaikan, semoga ia yang disana baik-baik saja...

Selamat pagi sayangku...




All pictures: original PHARMATOGRAPHY

Saturday, August 13, 2011

Tarawih...


1 Agustus 2011, ditetapkan sebagai 1 Ramadhan 1432H. Penentuan awal ramadhan tersebut berdasarkan hisab atau perhitungan serta dengan pengamatan hilal atau bulan pertama yang muncul pada awal bulan.
Ramadhan tentunya merupakan bulan yang sangat ditunggu oleh umat islam. Pahala dilipat gandakan, rahmat, maghfiroh, dan jaminan bebas dari neraka... Subhanalloh...
Salah satu amalan yang menjadi ciri khas dari bulan mulia ini adalah sholat tarawih. Shalat tarawih adalah bagian dari shalat nafilah (tathawwu’). Mengerjakannya disunnahkan secara berjama’ah pada bulan Ramadhan, dan sunnah muakkadah. Disebut tarawih, karena setiap selesai dari empat rakaat, para jama’ah duduk untuk istirahat. Tarawih adalah bentuk jama’ dari tarwihah. Menurut bahasa berarti jalsah (duduk). Kemudian duduk pada bulan Ramadhan setelah selesai dari empat raka’at disebut tarwihah; karena dengan duduk itu, orang-orang bisa istirahat dari lamanya melaksanakan qiyam Ramadhan.Sholat tarawih dilakukan pertama kali pada zaman khalifah umar bib khatab. Rasululloh sendiri belum pernah melakukan shalat tarawih secara berjamaah, dalam hadits hanya disebutkan bahwa "Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah shalat bersama kami di bulan Ramadhan sebanyak 8 raka’at lalu beliau berwitir. Pada malam berikutnya, kami pun berkumpul di masjid sambil berharap beliau akan keluar. Kami terus menantikan beliau di situ hingga datang waktu fajar. Kemudian kami menemui beliau dan bertanya, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya kami menunggumu tadi malam, dengan harapan engkau akan shalat bersama kami.” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Sesungguhnya aku khawatir kalau akhirnya shalat tersebut menjadi wajib bagimu.” (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari [2012] dalam kitab Shalatut Tarawih dan Muslim [761] dalam kitab Shalatul Musafirin. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa derajat hadits ini hasan). Dari Abu Salamah bin Abdirrahman radhiyallahu ‘anhu, dia mengabarkan bahwa dia pernah bertanya pada ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, “Bagaimana shalat malam Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di bulan Ramadhan?”. ‘Aisyah mengatakan, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah menambah jumlah raka’at dalam shalat malam di bulan Ramadhan dan tidak pula dalam shalat lainnya lebih dari 11 raka’at.” (HR. Al-Bukhari [1147] dan Muslim [738]).

Dari Ibn Abbas radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata, “Shalat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di malam hari adalah 13 raka’at.” (HR. Al-Bukhari [1138] dan Muslim [764]).
Sebagian ulama mengatakan bahwa shalat malam yang dilakukan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah 11 raka’at. Adapun dua raka’at lainnya adalah dua raka’at ringan yang dikerjakan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai pembuka melaksanakan shalat malam, sebagaimana hal ini dikatakan oleh Ibn Hajar dalam Fathul Bari [4/123].
Ibn Hajar al-Haitsamiy mengatakan, “Tidak ada satu hadits shahih pun yang menjelaskan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melaksanakan shalat Tarawih 20 raka’at. Adapun hadits yang mengatakan “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa melaksanakan shalat (Tarawih) 20 raka’at”, ini adalah hadits yang sangat-sangat lemah.” (Al-Mawsu’ah Al-Fiqhiyyah Al-Quwaitiyyah [2/9635]).
Ketika Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhu menjabat khalifah, beliau melihat manusia shalat di masjid pada malam bulan Ramadhan, maka sebagian mereka ada yang shalat sendirian dan ada pula yang shalat secara berjama’ah. Kemudian beliau mengumpulkan manusia dalam satu jama’ah dan dipilihlah Ubay bin Ka’ab radhiyallahu ‘anhu sebagai imam. (Lihat Shahih Al-Bukhari pada kitab Shalat Tarawih).
Al-Kasaani rahimahullahu mengatakan, “Umar mengumpulkan para sahabat untuk melaksanakan qiyamu Ramadhan lalu diimami oleh Ubay bin Ka’ab radhiyallahu ‘anhu. Lalu shalat tersebut dilaksanakan 20 raka’at. Tidak ada seorang pun yang mengingkarinya sehingga pendapat ini menjadi ijma’ atau kesepakatan para sahabat.” (Lihat Al-Mawsu’ah Al-Fiqhiyyah Al-Kuwaitiyyah [2/9636]).
Ibn At-Tin rahimahullahu dan lainnya berkata, “Umar menetapkan hukum itu dari pengakuan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam terhadap orang yang shalat bersama beliau pada malam-malam tersebut, walaupun beliau tidak senang hal itu bagi mereka, karena tidak senangnya itu lantaran khawatir menjadi kewajiban bagi mereka. Tetapi setelah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam wafat, maka dinilai aman dari rasa khawatir tersebut dan hal itu menjadi pegangan bagi Umar, karena perbedaan dan menimbulkan perpecahan umat, dan karena persatuan akan lebih mempergiat banyak para umat yang menjalankan shalat.”
Mengenai penamaan Tarawih (istirahat), karena para jama’ah yang pertama kali berkumpul untuk qiyamu Ramadhan ber-istirahat setelah dua kali salam (yaitu setelah melaksanakan 2 raka’at ditutup dengan salam kemudian mengerjakan 2 raka’at lagi lalu ditutup dengan salam). (Lisanul Arab [2/462] dan Fathul Bari [4/294]).


Picture: originl PHARMATOGRAPHY