Sugeng rawuh... Selamat datang... Ahlan wa sahlan... Welcome...

Wednesday, July 27, 2011

Kami memanggilnya... Mbak 'cola'.


Namanya mbak 'cola', entah siapa nama asli beliau, namun itulah panggilan sayang yang kami berikan. Jika anda warga Bantul, Yogyakarta, sempatkanlah lewat di Jl. R. A. Kartini, Jebugan, Bantul... sebuah jalan dimana saya menghabiskan waktu 8 tahun untuk menempuh studi. 2 tahun di TK Jebugan, 3 tahun di SMP 1 Bantul (sedikit ke utara dari arah TK), dan 3 tahun di SMA 2 Bantul (seberang jalan dari SMP 1 Bantul). Sedikit kurang kreatif memang, namun itu sangat menyenangkan... kompleks sekolahan yang kalau jam istirahat seketika berubah menjadi pasar tiban. Semua jajanan ada di sana, di pinggir jalan R. A. Kartini tercinta... Cilok, siomai, tempura, mie, berbagai baso, es cendol, pop ice, es susu, es klamud (kelapa muda), es jamu, bakwan malang, batagor, kue laba-laba, pukis, roti bakar, bakso tusuk, dan seabrek jajanan lain... tak ketinggalan, minuman berkarbonasi yang dijual oleh mbak "cola".

Kalau tidak keliru, saya kelas 1 SMP, waktu pertama mbak "cola" berjualan di depan sekolah kami. Beliau pedagang pertama yang menjual minuman berkarbonasi itu secara eceran, tapi dijamin ASLI ! Perawakannya biasa saja, tubuh yang tak begitu gendut, tak begitu tinggi, namun memiliki hati yang luar biasa. Ramah, jujur, dan suka membantu. Tak heran, pembelinya banyak.... (Alhamdulillah...). Saya termasuk pelanggan utama beliau, bersama teman2 saya SMP maupun SMA. Saya setia... :) Kebaikan hati itu terpancar dari lahiriah beliau. Beliau hampir hafal semua nama siswa baik di SMP maupun SMA yang menjadi pembelinya, bahkan beliau hafal orang tua siswa yang menjemput. Contohnya, ada orang tua siswa yang menjemput anaknya dan lama si anak belum kelihatan, mbak 'cola' dengan baik hatinya akan menginfokan ke si orang tua siswa bahwa anaknya barusan terlihat pergi ke fotocopi bersama temannya. Atau hanya sekedar memanggil seorang siswa yang orang tuanya sudah datang menjemput... Ya, begitulah mbak 'cola'...

Karena kedekatan saya dengan beliau, sering sekali beliau bercerita tentang banyak hal. Pengalaman hidup yang kadang terasa pilu, dan sering terasa menyenangkan dan memotivasi. Mbak 'cola' memiliki tiga orang anak, 2 orang putri dan si kecil putra. Saat ini, si sulung telah menamatkan sekolahnya di SMK, namun keinginannya untuk menduduki bangku kuliah harus terpendam sampai entah kapan, karena terbentur masalah biaya. Berbarengan dengan lulusnya si sulung, adeknya masuk ke SMP. Nilai kelulusannya dari SD bisa dibilang memuaskan, ia berkesempatan besar untuk masuk dan belajar di SMP yang telah bertaraf internasional. Namun, ia urung. Lagi-lagi masalah biaya. Walaupun pemerintah telah mencanangkan dana bantuan operasional sekolah atau yang lebih asik dibilang BOS, namun kenyataan di lapangan adaaaaaaaaaa sajaaaaaaaa alasan dari sekolah untuk menarik dana dari siswanya. Uang fisik lah, tabungan, koperasi, dan lain-lain... intinya, sekolah tetap saja MAHAL ! Untuk itulah, si anak mbak 'cola' ini memilih sekolah di SMP biasa yang biayanya relatif terjangkau, dengan kualitas yang baik. Banyak cerita yang mengalir dari mbak 'cola' waktu siang ini saya menemuinya. Sedikit terisak, banyak tersenyum... Satu yang benar-benar melekat dari obrolan kami, beliau bilang :
"Sekarang sepi mbak nurul..."
Ya, saya setuju dengan perkataan beliau, sedari tadi pagi saya datang sampai pertengahan siang, hanya ada satu pembeli. Beliau bercerita, sekarang di dalam sekolah sudah banyak kantin, bahkan guru-guru pun membuat koperasi yang menjual jajanan. Dalam sedihnya, (ini yang saya suka) mbak 'cola' tetap optimis, bahwa rezeki itu sudah di jatahkan, tinggal kita berusaha...
"Ya ini usaha saya mbak..." kata-kata itu terdengar nyaring sekali... ringan.. seolah tak ada beban kehidupan... Dalam sedihnya itupun, ia tetap memandang ke bawah, melihat orang-orang selain beliau yang kehidupannya lebih menyedihkan... Ia bercerita tentang istri penjaga sekolah yang sekarang warungnya sudah ditutup karena kalah saing, begitulah cara mbak 'cola' mensyukuri nikmat Tuhan...

Impian mbak 'cola' sangat sederhana, ia ingin anak-anaknya bisa sekolah sampai ke perguruan tinggi, memiliki nasib yang baik...

"Semoga bisa sekolah yang tinggi, biar pinter dan jadi 'orang', nggak kayak orang tuanya yang cuma jualan coca-cola."
Saya jatuh cinta dengan SEMANGATmu mbak 'cola'.... teruslah berjuang untuk kebaikan dan kesejahteraan keluarga tercinta... Jangan andalkan pemerintah negara ini, karena berharap pada manusia, maka SIAP2 untuk KECEWA !

No comments:

Post a Comment