Skip to main content

Posts

Showing posts from July, 2011

Kami memanggilnya... Mbak 'cola'.

Namanya mbak 'cola', entah siapa nama asli beliau, namun itulah panggilan sayang yang kami berikan. Jika anda warga Bantul, Yogyakarta, sempatkanlah lewat di Jl. R. A. Kartini, Jebugan, Bantul... sebuah jalan dimana saya menghabiskan waktu 8 tahun untuk menempuh studi. 2 tahun di TK Jebugan, 3 tahun di SMP 1 Bantul (sedikit ke utara dari arah TK), dan 3 tahun di SMA 2 Bantul (seberang jalan dari SMP 1 Bantul). Sedikit kurang kreatif memang, namun itu sangat menyenangkan... kompleks sekolahan yang kalau jam istirahat seketika berubah menjadi pasar tiban. Semua jajanan ada di sana, di pinggir jalan R. A. Kartini tercinta... Cilok, siomai, tempura, mie, berbagai baso, es cendol, pop ice, es susu, es klamud (kelapa muda), es jamu, bakwan malang, batagor, kue laba-laba, pukis, roti bakar, bakso tusuk, dan seabrek jajanan lain... tak ketinggalan, minuman berkarbonasi yang dijual oleh mbak "cola".
Kalau tidak keliru, saya kelas 1 SMP, waktu pertama mbak "cola" be…

He is, TEGAR ADABI

This's it... when people keep moving, they keep on their style... only photographer can take a part of the beauty...




thats all candid, no choreographer no scenario...
Talent: Tegar Adabi Pictures : original PHARMATOGRAPHY

childhood... (part2)

still with Lubnaa... All pictures : original PHARMATOGRAPHY

childhood (part1)

little child...


smiling...

pure pose...


lovely teeth... grow up...


beautiful eyes...





















she's... Lubnaa Khairunnisa Nur Fauziah... grow up faster dear... we love u... All pictures : original PHARMATOGRAPHY

i'll do anything, because they're everything...

Berkali-kali rencana itu terlontar dari masing-masing kami. Foto bersama, liburan kemana, atau sekedar ngumpul geje2an. Awalnya kami sepakat untuk menamai perkumpulan kami dengan Eyangerz. Sebuah nama yang terinspirasi dari sebuah kosan yang kami jadikan base camp (tanpa seizin pemilik) yang bernama Rumah Eyang. Di situlah semua berawal. Kesebelasan yang membuat saya tetap bertahan dengan jurusan farmasi. Foto ini penuh perjuangan, pengendalian ego, dan penekanan rasa. Hal sepele, terkait warna. Pink. Pink yang membuatku jengah, pink yang membuatku merasa tak nyaman, pink yang selalu dipaksakan ibuku dahulu. Kalau saja boleh saya minta Tuhan untuk menghilangkan satu warna di muka bumi ini adalah, pink. .
Bandung waktu itu benar2 membuat galau. Sebuah kotak terbungkus kertas kado rapi tersimpan di almari kamar transit waktu kami outing ke Bandung. Lengkap dengan pintu kamar yang dikunci dan baju hitam kesayangan saya yang tiba2 menghilang. Sebuah hadiah ulang tahun. Kubuka isinya, sep…

This is the best, this is my team... (dekdok ARTSI 2010)

Gila, menjadi hak milik kita bersama.... dimana saja....

Teruslah kobarkan semangat ARTSI !

next chapter... Merapi part 2

Memori ini tak akan pernah terhapus...
Kamera saya tak henti bercerita tentang masa ini... masa letusan merapi...


Pernahkah anda bayangkan batu sebesar itu dilontarkan dari kawah merapi dan menggelinding dalam keadaan pijar???!!!! Ya, batu ini berasal dari perut merapi. Butuh waktu lama untuk membuatnya dingin. Jika anda di Jogja, cobalah mampir ke kali gendol. Akan anda jumpai batu 'istimewa' ini...

Sekolah Dasar... terkubur sebagian...


Abu vulkanik... mengeras...


Masih tegak berdiri...


Kering, meranggas...


Hancur...


Gersang...

Relawan berlarian ketika sang Merapi kembali mengeluarkan 'wedhus gembel'...

All pictures : PHARMATOGRAPHY and friends... Site: Kali Gendol, Cangkringan, dan sekitarnya

Pesta Rakyat (Bantul Expo 2011)

Inilah Bantul. Tahun 2011 ini, merayakan ulang tahunnya yang ke 180. Memang bukan usia yang muda lagi, namun Bantul masih senantiasa berinovasi dan mengembangkan potensi segala espek kehidupan di dalamnya. Bantul Expo merupakan event yang rutin diselenggarakan sebagai rangkaian perayaan HUT Bantul setiap tahunnya. Acara ini menyajikan panggung hiburan dan memamerkan berbagai kerajinan, hasil bumi dari masyarakat, serta pameran dari berbagai instansi pemerintahan maupun non pemerintahan. Terlepas dari itu, Bantul Expo menjadi lahan mengais rizki bagi sebagian besar orang...
Gambar di samping adalah Bapak A. beliau menjual pisau serbaguna yang bisa dipakai untuk memotong, membentuk potongan-potongan yang cantik untuk hiasan makanan, dan bisa juga dipakai untuk memarut kelapa. Multi fungsi bukan?? Bapak ini sangat bersemangat berpromosi, berteriak lantang dalam menjajakan dagangannya. Sangat salut untuk semagat Bapak...

Penjual sendal jepit...

Penjual mainan...

Murah meriah, itulah pasa…

MERAPI..... "powerfull and wonderfull"

Sore itu terasa berbeda. Meskipun berada di lereng merapi, udara terasa lebih panas dari biasanya. Sudah beberapa hari merapi menjadi fokus semua perhatian publik terkait peningkatan aktifitasnya. Waspada. Siaga. Awas. Km 17, tepatnya di perempatan pakem seakan punya hajat akbar. Posko yang biasanya hanya terdapat 1-2 orang penjaga mendadak dipenuhi mobil-mobil pers lokal hingga nasional, RESCUE dari berbagai daerah (dilihat dari berbagai nomor plat mobil), TAGANA, TNI, dan yang lainnya. Mencekam. Semuanya siap siaga menunggu keputusan sang pemilik jagad raya. Malam harinya, gaduh. Hujan abu menebal di atas. Km 17 masih terbilang aman. Layaknya jurnalis, sayapun ikut terjun langsung mengamati. Bekal sederhana, Canon D1000 punya teman. Ditambah beberapa kenalan tim TNI. Seorang reporter TV nasional sedang mengakhiri liputannya ketika saya datang. Tak lama kemudian, rombongan Sri Sultan HB X tiba setelah meninjau dari atas. Kabar yang dibawa berupa korban luka maupun meninggal dunia. Zon…