Skip to main content

Posts

Kepada yang asing; jangan kau jatuh cinta.

Aku membuka mata. Seorang lelaki di sampingku masih terlelap. Tarikan nafasnya teratur. Cukup lama aku menatap wajahnya. Garis muka yang tegas. Kedua matanya. Ah, dia punya sorot mata yang tajam. Seakan menginterogasi setiap kata ketika kami bicara. Tangannya masih menggenggam tangan kiriku. Hangat. Entah dari mana, kudapatkan rasa aman berada di sampingnya pagi itu.
Kamar itu cukup luas. Ada tumpukan buku di satu sudut mejanya. Beberapa karya Murakami, Paulo Coelho, ada juga milik Sapardi. Selebihnya buku tentang fotografi. Satu tas carrier 45L tergantung di satu sisi dinding. Mengingatkanku pada kakakku yang hobi sekali naik gunung. Mungkin kalau lelaki di sampingku bertemu dengan kakakku, mereka akan punya obrolan yang seru.
Aku mengenal namanya sejak lama. Lewat perkumpulan pehobi foto di sebuah jejaring sosial media. Hanya nama. Tak ada obrolan atau hal lainnya. Tapi di satu sore, aku bisa menjabat erat tangannya. Seorang kawan mengajaknya ke sebuah acara yang ada aku di sana. “H…
Recent posts

pada sebuah kota

“Ya sudah, tunggu saja di sana”.
Pembicaraan telepon itu kemudian berakhir. Perempuan itu masih berpikir panjang. Sedang mendung dengan cepat menutup sebagian langit kota yang masih ingar dengan kehidupannya. Di atas jembatan penyeberangan, persis di titik tengah jalan raya tersibuk seantero kota, perempuan itu tersenyum atas keputusannya. Ia menunggu.
Kota ini sedang menuju petang. Matahari telah condong ke arah barat. Membentuk bayang-bayang yang lebih panjang. Perempuan itu meniti anak tangga, turun perlahan. Melewati kerumunan pedagang emperan dan penjaja makanan. Di tempat yang telah disepakati, ia berhenti. Menyenderkan badan di tembok sebuah restoran cepat saji. Matanya tak berhenti mengamati. Ada seorang ibu yang berjalan sambil mengapit mesra lengan suaminya. Pengamen tuna netra yang banyak dilewatkan begitu saja. Atau sepasang muda mudi yang masing-masing asyik dengan telepon genggamnya.
Tujuh menit sedari telepon berakhir, perempuan itu masih berkutat dengan perdebatan di …